Festioval Buah

Inilah Durian Hutan Khas Pali, Rasa Lebih Manis dan Sulit Mencari yang Matang

Dari pantauan wartawan tribun sumsel, ditemukan bibit pohon lokal maupun impor, salah satunya adalah durian hutan.

Inilah Durian Hutan Khas Pali, Rasa Lebih Manis dan Sulit Mencari yang Matang
Novaldi/TRIBUNSUMSEL
Durian hutan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Festival Buah di Griya Agung saat ini masih berlangsung.

Dari pantauan wartawan tribun sumsel, ditemukan bibit pohon lokal maupun impor, salah satunya adalah durian hutan.

Berdasarkan wawancara wartawan dengan salah satu penunggu stand festival, Inke, ukuran durian hutan lebih kecil dibandingkan durian biasa.

Selain itu, ia juga mengatakan durian hutan rasanya lebih manis dari durian biasa, namun daging durian tidak tebal.

Inke menjelaskan untuk membedakan buah durian yang benar-benar matang dan belum sedikit sulit karena meskipun sudah matang, ukuran dan warna durian hutan tetap sama saja.

Menurut penuturan selvi (33), cara membedakannya, jika durian hutan telah matang, akan merekah dan rekahan itu timbul serat-serat dengan sendirinya

"Memang agak susah membedakan mana yang bener-benar masak dan bagus karena warnanya hijau semua, dan ukurannya sama, jadi kalau memang itu masak, akan merekah, ada serat-seratnya merekah," ujar Selvi.

Lebih lanjut, Selvi mengatakan saat ini pihak TP PKK Kabupaten Pali sedang mengusahakan budidaya tanaman durian hutan.

"Sekarang kami lagi coba kordinasi ke lab lingkungan hidup, itu juga sudah didukung oleh pihak provinsi," jelas Selvi.

Menurut Selvi, yang menjadi tantangan dalam budidaya tanaman durian hutan ini adalah batang durian yang tinggi menjulang, dan harus melihat kondisi iklim setempat.

"Tantangan kami untuk budidaya durian hutan ini, adalah pengolahan tanah, dan dari segi ukuran batang durian itu sendiri, batang durian hutan tingginya melebihi durian biasa," jelasnya.

Selvi mengatakan, untuk membudidayakan duren hutan di kebun rumah, lebih baik menggunakan teknik okulasi biji, ketimbang cangkok, karena lebih stabil dan akarnya lebih kuat.

"Kalau untuk budidaya di rumah, perhatikan teknik pengolahan tanah oakai potsolid dengan PH dibawah 7, terus lebih stabil yang dari biji, dia lebih awet dari pada cangkok, karena dari teksur batang nya beda akarnya lebih kuat," ujarnya.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved