Berita Palembang

Ahli Waris Driver Taksi Online Korban Begal Dapat Santunan dan Beasiswa Anak Hingga Tamat Kuliah

Rusli Sani meninggal dunia beberapa waktu akibat menjadi korban pembunuhan di Kecamatan Gandus Palembang

Ahli Waris Driver Taksi Online Korban Begal Dapat Santunan dan Beasiswa Anak Hingga Tamat Kuliah
Tribun Sumsel/ Arief Basuki Rohekan
Kepala Dinasker Palembang Edison yang mewakili Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, didampingi Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Arief Budiarto dan kepala Kantor Cabang Palembang Zain Setyadi, kepada ahli waris istri korban, di Komplek RSS-C Griya Harapan Blok 3-E No. 14 RT 93/34 Sako Palembang, Rabu (8/1/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang kini punya sebutan baru BPJamsostek memberikan santunan kepada ahli waris korban begal "taksi online" Ruslan Sani di Palembang.

Rusli Sani meninggal dunia beberapa waktu akibat menjadi korban pembunuhan di Kecamatan Gandus Palembang.

Penyerahan santunan, diberikan langsung Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel, Arief Budiarto kepada ahli waris istri korban, di Komplek RSS-C Griya Harapan Blok 3-E No. 14 RT 93/34 Sako Palembang, Rabu (8/1/2019).

Menurut Arief, besaran santunan yang didapat sebesar Rp 78.820.030, yang terdiri dari beberapa manfaat yaitu, Jaminan Kematian (JKM) Rp 42 juta,
Beasiswa untuk 2 anak korban Rp 24 juta/ tahun, Jaminan Hari Tua (JHT) Rp 11.857.335 dan Jaminan pensiun (lumpsum) iuran 11 bulan Rp 962.696.

"Besaran yang diterima akan bertambah besar, karena beasiswa bagi anak almarhum terus berjalan hingga mereka tamat nantinya," kata Arief didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Palembang Zain Setyadi.

Diterangkannya, meski Ruslan meninggal karena kerja sambilannya sebagai driver online, namun yang bersangkutan masuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dari statusnya sebagai honorer di RSMH Palembang, sejak 4 tahun lalu.

"Kami hadir di sini, bukan menyampaikan santunan saja, tapi ikut berbela sungkawa dan menyampaikan kepada khalayak ramai. Disinilah kehadiran kami untuk memenuhi hak pekerja dan diusahakan pembayaran santunan tepat waktu," tandasnya.

Diungkapkannya, dari sisi pembayaran iuran hanya Rp 16.800 dan tidak ada kenaikan iuran malah justru manfaat yang ditawarkan bertambah dari sebelumnya di penghujung tahun 2019.

Dimana pemerintah meningkatkan manfaat perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJamsostek.

"Manfaatnya naik tapi iurannya tetap sama," ujarnya.

Halaman
123
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved