Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam
Inilah Data 7 Korban Tewas yang Berhasil Diidentifikasi, 1 Berasal dari Palembang Atas Nama Ilyas
Petugas masih melakukan identifikasi kroban meninggal dunia tragedi bus Sriwijaya Express yang masuk jurang Likuan Lematang, Selasa (24/12).
Sempat bersitegang, sopir Bus Sriwijaya dan travel akhirnya berdamai sebelum akhirnya penumpang diturunkan di rumah makan sekitar Pendopo.
"Di ujung Pendopo ((Kabupaten Empat Lawang), bus kami masuk siring (selokan) dan hampir terbalik. Kami turun semua," katanya saat ditemui RSUD Besemah Pagaralam.
Hasana melanjutkan, saat itu bus ditolong oleh pengendara lain yang lewat dan bus kembali melanjutkan perjalanan.
"Dia ngebut dan tiba-tiba nabrak kencang. Tahu-tahu kami sudah sudah ada di dalam air," ungkapnya yang terus melihat plafon RSUD.
Saat kejadian tersebut, lanjut Hasana, ia, cucunya Aisyah dan 2 temannya dari Bengkulu sedang bercanda dan tidak sedang tidur.
"Saya pegang cucu saya. Teman-teman saya langsung pecahkan kaca, kami keluar," ujarnya yang duduk di nomor 4 dari belakang bus.
"Dari situ, kami berpegangan dengan batang pohon. Kalau tidak, kami akan hanyut karena air sangat deras. Kami teriak-teriak. Belum ada yang tolong karena kejadiannya malam," ungkap Hasana.
Tak hanya Hasana, cucunya Aisyah yang masih berusia 9 tahun pun ikut berteriak minta tolong orang sekitar.
Beberapa warga setempat mulai berdatangan.
"Tolong, tolong. Kalau ada orang di atas, tolong kami. Om tolong kami," katanya yang menirukan teriakan sang cucu.
Data Korban Selamat
3 korban dikabarkan selamat di Lakalantas Tunggal Bus Sriwijaya tujuan Bengkulu - Palembang di Tikungan Lematang Indah Ds Pelang Kenidai Kec. Dempo Tengah Kota Pagaralam, Senin (23/12/2019) sekira pukul 23.00 WIB.
Adapun identitas sopir bus adalah Very dengan mobil bus jenis Mitsubishi Fuso plat BD 7031 AU.
Dari informasi yang didapatkan dari kepolisian, 13 korban selamat sedang di RS Besemah Kota Pagaralam.
Sementara update terakhir tercatat 24 orang dinyatakan meninggal dunia.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah mengingat saat ini tim gabungan masih melakukan evakuasi korban.