Bus Sriwijaya Masuk Jurang di Pagaralam
Inilah Data 7 Korban Tewas yang Berhasil Diidentifikasi, 1 Berasal dari Palembang Atas Nama Ilyas
Petugas masih melakukan identifikasi kroban meninggal dunia tragedi bus Sriwijaya Express yang masuk jurang Likuan Lematang, Selasa (24/12).
Tribunsumsel lalu mendatangi loket Bus Sriwijaya yang ada di Palembang.
Para pegawai loket bus itu mengaku mengenal sang sopir.
Feri merupakan pria bus usia 51 tahun yang punya pengalaman 25 tahun.
"Sopir ini sudah senior." kata Denpanji, Karyawan Po Bus Sriwijaya di Palembang.
Informasi yang diperoleh karyawan, si sopir ikut menjadi korban meninggal saat kejadian semalam.
"Sopir itu orangnya bagus bawa mobil dan juga tidak ugal ugalan," tambah Denpanji.
Berdasarkan pantauan tim Tribunsumsel, suasana loket terlihat sepi.
Belum ada keluarga korban yang datang ke loket. Saat ini kondisi Kota palembang tengah diguyur hujan.
Kondisi loket juga terlihat usang, banyak plafon yang bocor ketika diguyur hujan.
Menurut Abdul, salah satu petugas loket mengatakan, pihaknya tidak dapat mengganti rugi, pihaknya hanya mengandalkan asuransi dari jasa raharja.
"Kadang yang tidak mengenakkan bagi kami kalau ada keluarga yang tidak mengerti, kan dari jasa raharja memberikan santunan sebesar Rp 50 juta bagi korban meninggal, nah kadang ada yang meminta lebih dari itu," ujar Abdul kepada wartawan Tribun.
Cerita Korban Selamat
Terbaring di ranjang dengan infus yang ada di tangan kirinya, Hasana (52), korban selamat kecelakaan maut yang terjadi di Pagaralam menceritakan bagaimana kronologinya.
Hasana menjelaskan, saat itu ia, cucu dan 2 temannya menumpangi Bus Sriwijaya dari Bengkulu ke Palembang.
Sebelum bus masuk ke jurang, beberapa kejadian sempat dialami bersama penumpang lainnya.
Bus yang ia tumpangi sempat ditabrak sopir travel yang mengendari mini bus.