Razia di Palembang dan Banyuasin

Baru Masuk Kamar Hotel Sudah Digedor, Kami Belum Ngapa-ngapain Pak

Sat Pol PP Provinsi Sumsel bersama unsur TNI dan Polri, menggelar razia penyakit masyarakat di wilayah Palembang dan Banyuasin.

Penulis: M. Ardiansyah | Editor: Prawira Maulana
M ARDIANSYAH/TRIBUNSUMSEL.COM
Seorang perempuan yang terjaring razia pekat Sat Pol PP Provinsi Sumsel bersama lelaki yang bukan suaminya saat digiring petugas, Jumat (20/2/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sat Pol PP Provinsi Sumsel bersama unsur TNI dan Polri, menggelar razia penyakit masyarakat di wilayah Palembang dan Banyuasin.

Razia gabungan yang langsung dipimpin Kasat Pol PP Provinsi Sumsel Aris Saputra ini, menyisir sejumlah tempat hiburan malam, hotel dan penginapan yang ada di wilayah Kota Palembang dan Banyuasin.

Beberapa hotel kelas melati dan penginapan yang ada di wilayah Banyuasin, menjadi target pertama tim gabungan. Di sini, tim mengamankan sejumlah pasangan bukan suami istri Tenga berada di dalam kamar.

Tamu hotel dan penginapan kaget, pintu kamar mereka di gedor petugas. Setelah diperiksa identitas dan ternyata mereka bukan pasangan suami istri, petugas langsung menggelandang ke mobil dalmas Sat Pol PP Provinsi Sumsel.

"Kami baru masuk pak. Belum ngapa-ngapain, masa mau diangkut juga," protes seorang tamu hotel wanita di kawasan KM 14 saat digelandang petugas.

Meski berdalih belum melakukan apa-apa dan baru masuk sekitar lima menit, wanita tersebut bersama teman lelakinya langsung digelandang ke mobil dalmas.

Beberapa pasangan lain yang digelandang ke mobil dalmas juga sempat protes. Terlebih, awak media yang mengambil gambar saat mereka digelandang petugas ke mobil dalmas.

"Sudah jangan di sorot-sorot, buat malu aku saja. Nanti semua orang tahu," ungkap seorang wanita yang terus menutupi wajahnya menggunakan tangan saat di giring petugas.

Bawa Kondom Pacar

Selain itu di tempat hiburan Mansion, petugas mendapati alat kontrasepsi di dalam tas salah satu wanita pemandu lagu.

"Ini alat kontrasepsi milik siapa? Tas siapa ini? Tanya petugas Satuan Pamong Praja saat memeriksa tas para pemandu lagu.

Salah satu pemandu lagu mengklaim tas tersebut miliknya dan alat kontrasepsi tersebut milik sang kekasih.

"Itu tas milik saya Pak, iya itu (alat kontrasepsi) milik Saya," Ujar wanita pemandu lagu tersebut

Seorang wanita yang diduga koordinator dari para pemandu lagu sempat menolak salah satu anak asuhnya dibawa Satpol PP karena dirinya merasa pemandu lagu yang dibawa tersebut sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)

"Loh anak saya yang ini kok dibawa juga, dia kan sudah punya KTP, jangan dibawa juga dong," sanggah koordinator pemandu lagu yang di panggil bunda oleh para anak asuhnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved