Sosialisasi Tata Ruang Masih Minim, Pemprov Sumsel Mulai Launching SITARUNG
Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Dharma Budi mengatakan sosialisasi penataan tata ruang masih terbilang minim.
Penulis: Sri Hidayatun | Editor: Prawira Maulana
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas PU Bina Marga Provinsi Sumsel, Dharma Budi mengatakan sosialisasi penataan tata ruang masih terbilang minim.
Hal ini tetlihat masih banyak kabupaten/kota yang belum tahu terkait hal ini.
"Sebagian besar menurut kami sosialisasi penataan tata ruang ini masih kurang sosialisasinya di daerah," ujarnya disela launching Progran Sitarung ( Sistem Informasi Tata Ruang) Pemprov Sumsel, Selasa (26/11/2019).
Kata dia, sosialisasi ini belum maksimal karena masih banyak kabupaten /kota yang tidak tahu tentang tata ruang ini.
"Kami masih mencoba belajar, diharapkan dengan rapat koordinasi ini dapat pencerahan aturan yang ditetapkan pemerintaah. Misal lokasi mana saja yang untuk dilestraikan , hutan dan lain sebagainya," ungkapnya.
Kata dia, SITARUNG merupakan sistem informasi penataan ruang yang telah dikembangkan oleh Pemerintah
Provinsi Sumatera Selatan Sejak tahun 2017.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam hal ini di dukung oleh proyek KELOLA Sendang-ZSL Indonesia, Pemerintah Sumatera Selatan telah merampungkan pengembangan SITARUNG dan telah melalui tahap sosialisasi kepada para pihak terkait penataan ruang di Sumatera Selatan.
"Melalui lauching ini diharapkan dapat diterapkan oleh kabupaten/kota di Sumsel untuk mengelola tata ruang dan PUBM selaku pengelolanya," ungkap dia.
Untuk di Sumsel, kata dia baru empat kabupaten/kota yang telah menerapkan SITARUNG ini.
Ditambahkan, Prof. Damayanti Buchori selaku Direktur Proyek KELOLA Sendang mengatakan projek ini muncul bekerjasama dengan Pemprov Sumsel untuk membuat sistem informasi tata ruang yang tujuannya untuk pembangunan di Sumsel.
"Intinya kita mendukung pengembangan SITARUNG sebagai sistem informasi penataan ruang agar para pihak mampu mendapatkan informasi dengan cepat dan akurat, sebagai wujud keterlibatan masyarakat dalam proses penataan ruang sebagai amanat undang-undang," jelas dia.
Kata dia, upaya ini juga diharapkan mampu mendukung pengembangan kebijakan satu peta di Sumsel.
"Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah merampungkan SITARUNG di tingkat Provinsi, dan Proyek KELOLA Sendang telah mengembangkan sistem informasi penataan ruang kabupaten,"ungkap dia.
Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel, Mawardi Yahya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kepala-dinas-pu.jpg)