Berita Ogan Ilir

Kisah Pasutri dari Ulak Kembahang Ogan Ilir 48 Tahun Tanpa Buku Nikah

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Rasa sumringah sekaligus gugup terlihat dari wajah Tamin (66 tahun)

Kisah Pasutri dari Ulak Kembahang Ogan Ilir 48 Tahun Tanpa Buku Nikah
Sripo/ Resha
Pasangan suami istri (Pasutri) asal Desa Ulak Kembahang, kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir, yakni Tamin (66) dan Marlina (65) saat mengikuti Isbat Nikah Terpadu di gedung Caram Seguguk KPT Tanjung Senai Ogan Ilir, Rabu (6/11/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA-Rasa sumringah sekaligus gugup terlihat dari wajah Tamin (66 tahun).

Tamin merupakan satu dari sekian banyak orang yang mengikuti Isbat Nikah di gedung Caram Seguguk KPT Tanjung Senai Ogan Ilir, Rabu (6/11/2019).

Ia ditemani istri, Marlina (65 tahun) saat itu.

Warga Desa Ulak Kembahang, kecamatan Pemulutan Barat Kabupaten Ogan Ilir ini mengaku sejak menikah tahun 1971, mereka belum mendapatkan buku nikah.

Hal tersebut karena Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) mereka saat itu, meninggal dunia.

Darwin Masih Trauma, Mobilnya Ditimpa Truk Terguling saat Pulang Jemput Istri dan Anak Sekolah,

"Karena itulah ga ada yang urus. Kami waktu itu ga tau berkasnya ada di mana, apakah di P3N, KUA atau di mana," ujarnya saat diwawancarai.

Hingga waktu berlalu, buku nikah mereka pun akhirnya tak terurus.

Sampai mereka melahirkan anak ke-8, buku tersebut tak kunjung terurus.

"Anak kami 8, meninggal 2. Kalau mereka mau masuk sekolah, cuma pakai surat keterangan dari Kades, ga kayak sekarang pakai akte kelahiran," ungkapnya.

Beruntung, mereka yang sehari-hari bercocok tanam padi ini tidak menemui kesulitan berarti lantaran tak adanya buku nikah tadi.

Halaman
12
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved