Mahasiswa Diksar Menwa Tewas
Kesedihan Ibu dari Mahasiswa Palembang Tewas Ikut Diksar Menwa, Sehat Sewaktu Pamit Pergi
Tidak ada firasat apapun yang dirasa Faseta (46 tahun), sebelum mendapat kabar putra pertamanya, Muhammad Akbar (19 tahun), meninggal dunia
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Wawan Perdana
"Bila perlu, tutup kegiatan itu. Karena pengurusnya bukan mendidik secara pendidikan tapi justru melakukan tindakan tak manusiawi sampai hilangnya nyawa seseorang,"tegas Faseta.
Periksa 19 Saksi
Penyidik Polres Ogan Ilir (OI) terus melakukan pengembangan penyelidikan untuk mengungkap pelaku penyebab tewasnya Muhammad Akbar (19).
Diketahui, Muhammad Akbar merupakan mahasiswa
Universitas Taman Siswa Palembang yang tewas saat mengikuti pra pendidikan dasar (diksar) Resimen Mahasiswa di Desa Senai Ogan Ilir Palembang, Rabu (16/10/2019).
Kasat Reskrim polres Ogan Ilir AKP Malik mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa 19 orang saksi.
Hal ini disampaikannya saat ditemui usai bongkar makam Akbar untuk keperluan outopsi di TPU Borang, Selasa (22/10/2019).
"19 saksi tersebut terdiri dari 17 mahasiswa universitas Muhammadiyah dan 2 mahasiswa Universitas Taman Siswa," ujarnya.
Berdasarkan penyelidikan, kuat dugaan tewasnya Akbar akibat tindak pidana.
"Tapi terkait penetapan tersangka, sampai saat ini belum ada. Karena kita masih mencari dan mengumpulkan alat bukti," ucapnya.
• Budi Karya Dipertahankan Jadi Menteri Perhubungan, 3 Putra Sumsel Jabat Menteri Kabinet Jokowi
Sementara itu, dokter forensik rumah sakit Bhayangkara Kompol dr Mansuri Spkf saat ditemui usai melakukan outopsi mengatakan, dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah.
Seperti di kepala, dada dan tubuhnya.
"Kondisi jenazah sudah dikubur 4 hari dan ditambah kuburan yang berair, jadi tidak bisa kita jelaskan secara rinci. Namun apapun hasil yang didapat, semuanya akan kami laporkan ke pihak Polres OI untuk didalami," ujarnya.