Demonstrasi Mahasiswa

Polda Sumsel Dapat Kartu Kuning dari Mahasiswa UIN Raden Fatah

Mahasiswa UIN Raden Fatah yang menggelar aksi solidaritas di Mapolda Sumsel, Kamis (3/10/2019), juga membacakan puisi dan mengangkat kartu kuning

Polda Sumsel Dapat Kartu Kuning dari Mahasiswa UIN Raden Fatah
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Mahasiswa saat mengangkat kartu kuning dan pembacaan puisi saat aksi di depan Mapolda Sumsel, Kamis (3/10/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Mahasiswa UIN Raden Fatah yang menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Sumsel, Kamis (3/10/2019), juga membacakan puisi dan mengangkat kartu kuning.

Dalam puisi yang dibacakan seorang mahasiswi, menyatakan bila apa yang mereka lakukan dengan turun ke jalan hanya untuk menyampaikan suara rakyat.

"Karena, ibu Pertiwi saat ini sedang sakit. Sehingga, kami ingin menyampaikan kepada para penguasa," ujarnya.

Selain itu, mahasiswa juga menyampaikan bila mereka bukanlah penjahat.

Mereka hanyalah menyampaikan aspirasi rakyat, tetapi mereka malah dipukuli pakai rotan, disiram water Canon hingga terkena gas air mata.

Suami di Palembang Tendang Muka Istri Muda karena Tidak Memberikan Uang untuk Istri Tua

Tak hanya itu saja, mahasiswa juga mengangkat kartu kuning di depan pihak kepolisian.

Sambil duduk dan memegang kartu kuning, mahasiswa menyanyikan lagu Gugur Bunga.

Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang demo di Polda Sumsel, Kamis (3/10/2019).

Mereka berunjuk rasa sebagai bentuk solidaritas terhadap tewasnya dua mahasiswa saat aksi di Kendari, Sulawesi Tenggara beberapa hari lalu.

Dengan membawa spanduk dan bendera BEM, mahasiswa menggelar aksi di depan Mapolda Sumsel.

Para orator, terus berteriak untuk meminta kepada Kapolda Sumsel agar menyampaikan aspirasi mereka kepada Kapolri.

BREAKING NEWS, Ini Hasil Pertemuan Manajemen Gojek Palembang dan Perwakilan Driver Online

"Kami meminta kepada Kapolda, agar menyampaikan kepada Kapolri agar menindak tegas oknum-oknum aparat yang melakukan tindakan represif saat aksi tanggal 24 kemarin," teriak orator.

Dalam aksi ini, mahasiswa berharap apa yang disampaikan ini bisa di dengarkan dan disampaikan ke Kapolri agar oknum yang bersifat represif bisa ditindak secara tegas.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved