Guru Baik hati Tewas Kecelakaan
Duka Guru dan Murid Atas Kematian Pak Guru Bambang yang Baik Hati, Ada Gerak-gerik Tak Biasa
Perilaku tak biasa sempat ditunjukkan Bambang Pudi Astomo (59) sebelum tewas dalam kecelakaan di Jalan Lintas Palembang-Indralaya, Rabu (4/9/2019).
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
Sayang, supir truk tersebut yang diketahui bernama Rahmat (40) melarikan diri saat kecelakaan tersebut. Sehingga Polisi masih melakukan penyidikan terkait kecelakaan itu.
"Kronologi lengkapnya masih kita lakukan pengembangan. Untuk saat ini, info itu dulu yang bisa kita berikan," jelasnya.
Jasad korban telah dibawa ke rumah duka, di Jalan Banten, Plaju Palembang. Sementara itu, pihak Kepolisian masih menyelidiki supir truk dan kronologi lebgkap dari kecelakaan itu.
"Sedang kita lakukan penyidikan dan memeriksa saksi di sekitar TKP," tegasnya.

Istri Teriak Histeris
Melihat jasad suaminya terbujur kaku, Sri (57) sang istri berteriak histeris saat melihat jasad suaminya,
Setelah kecelaakn, jasad Bambang dibawa ke Puskesmas Timbangan Indralaya KM 32, Indralaya Ogan Ilir.
Ia langsung dipeluk anak tertuanya, Adil, untuk menenangkan ibunya tersebut.
"Ya Allah bapak, kenapa seperti ini," ujar Sri meratap.
Dari kecelakaan tersebut, Bambang langsung tewas seketika.
Korban mengalami putus kaki kiri dan pergelangan kaki kanan yang robek.
Selain itu, korban juga mengalami robek di bagian kepala.
Berdasarkan keterangan dari tetangganya yang mengantar istrinya ke Puskesmas Tinbangan, Bustomi (67), korban tinggal di Jalan Banten IV daerah Plaju, Palembang.

Bambang, juga merupakan guru di SMPN 35 Palembang.
"Dia mau ngantar uang saku untuk anaknya, yang baru masuk di Unsri, namanya Hilal. Dia pergi sekitar pukul 09.00 pagi," ujar Bustomi saat diwawancarai.