Berita Palembang

Guru di Palembang Ini Malu dan Kaget Dapat Kiriman Video Panas di WA, Laporkan Temannya ke Polisi

Lis, Guru di Palembang kaget ketika mendapatkan kiriman video panas melalui aplikasi whatsapp di handphonenya

Guru di Palembang Ini Malu dan Kaget Dapat Kiriman Video Panas di WA, Laporkan Temannya ke Polisi
Tribunsumsel.com/Khoiril
Ilustrasi pengiriman video panas di media sosial 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Lis, Guru di Palembang kaget ketika mendapatkan kiriman video panas melalui aplikasi whatsapp di handphonenya.

Video panas itu dikirimkan oleh seorang temannya berinisial MN.

Warga Jalan TPA Sukawinatan Lorong Bhineka Kecamatan Sukarame Palembang ini tidak terima atas perlakuan MN.

Lis kemudian mengadukan hal itu kepada petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Palembang, Jumat (23/8/2019).

Kepada petugas, Lis menyebut orang yang mengirim video tersebut merupakan warga komplek Azar Permai, Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.

Kades Ini Pakai Dana Desa Untuk Keperluan Pribadi, Bangun Tembok Penahan dan Anggaran Bantuan

"Kejadiannya siang kemarin (Kamis 22/8) sekitar jam satu siang ," ungkap Lis saat memberikan keterangan Dihadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang.

Lis menerangkan, saat video panas itu itu masuk dirinya sedang berada di sekolah SMP tempatnya bekerja.

Sebagai salah satu staf pengajar dia merasa malu atas ulah MN yang menurutnya dengan sengaja mengirim Video yang berisi adegan tak senonoh sepasang manusia tersebut.

Namun, Lis tak mengetahui dengan pasti apa niat dan tujuan video tersebut dikirim ke WhatsApp pribadinya.

Namun yang jelas dirinya tidak senang dengan perbuatan yang telah dilakukan oleh terlapor.

Cerita Penghulu : Lia dan Calon Suaminya Terlihat Harmonis, Tapi Wanita Aceh Ini Pilih Gantung Diri

"Saya sengaja ke sini untuk melaporkan perbuatannya yang tidak bermoral," katanya.

Sementara, KA SPKT Polresta Palembang Ipda Juan Pahrul membenarkan adanya laporan tersebut.

Menurutnya terlapor dapat dikenakan pasal 27 ayat 3 juncto pasal 45 ayat 3 Undang-undang ITE.

"Kita juga memintai keterangan saksi dan barang bukti berupa handphone vivo warna hitam," tutupnya. (SP/ Andyka Wijaya).

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved