Karhutla 2019

Dampak Kebakaran Lahan di Muara Medak Muba : Warga Mulai Terserang ISPA

Dampak dari bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir mulai terasa.

Dampak Kebakaran Lahan di Muara Medak Muba : Warga Mulai Terserang ISPA
Sripo/ Fajeri
Warga Muara Medak Muba mendapatkan pemeriksaan di Pos Pelayanan Kesehatan, Selasa (20/8/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, SEKAYU-Dampak dari bencana Kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir mulai terasa.

Sejumlah warga Dusun 9 Desa Muara Medak mulai mengeluhkan dampaknya yakni gangguan pernafasan, batuk, serta mata perih.

Sunarti (41 tahun), membawa cucunya M Riski ke Pos Kesehatan Dinkes Muba di Dusun 9 karena mengalami batuk pilek sejak beberapa hari yang lalu.

Apa yang dirasakan cucunua tersebut menurutnya sejak terjadi kebakaran yang sudah melanda Desa Muara Medak.

"Cucu saya batuk dan pilek mulainya sejak asap yang semakin tebal ini, karena ada Pos Kesehatan jadi bawa kesini saja."

"Suami saya juga tidak bekerja, sejak kebakaran terjadi karena terus membantu pemadaman api yang dilakukan siang-malam bantuan sembako yang paling kami tunggu," kata Sunarti.

Viral Wanita Terkulai di Halte Transmusi Palembang, Nur Afni Meninggal Dunia Pagi Tadi

Hal yang sama diungkapkan, Basri (66) mengatakan bawha dirinya mengalami sesak nafas, batuk, gemetar serta mengaku kurang tidur.

Dirinya juga turut membantu proses pemadaman api yang dilakukan oleh tim satgas penaganan karhutla.

"Saya batuk dan sesak nafas mungkin efek dari asap. Saya juga bantu pemadaman kalau kita tidak bantu, ya takut nanti ke rumah."

"Mesti benar-benar waspada dengan adanya loncatan api. Api sudah mulai mendekat ke pemukiman, sekitar 200 meter dari sini, harapan kami agar segera ditambah petugas pemadam kebakaran,"ungkapnya.

Sementara, Dokter Puskesmas Bayung Lencir dr Diah Andini, mengatakan sejumlah pasien yang datang ke Posko Kesehatan mengeluh rata-rata sebagian mengalami batuk, sesak nafas, batuk, dan mata perih. Warga yang datang berada disekitar lokasi kebakaran.

Jaga Suasana Kondusif Kapolres Ogan Ilir Datangi Asrama Mahasiswa Papua di Universitas Sriwijaya

"Ya, sebagian dari warga yang tinggal disekitar titik api terkena gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) terutama anak-anak. Masyarakat yang mengeluh gejala ISPA yang datang ke posko kesehatan mencapai 30 orang dalam 2 terakhir,"kata Diah.

Lanjutnya, masyarakat yang terkena gejala ISPA mayoritas menderita sakit demam, mual muntahnya jarang, dan iritasi mata.

"Ada beberapa faktor penyebab sakit tersebut yakni debu, asap, dan suhu yang ekstrim. Kita mengimbau terhadap masyarakat agar untuk menghindari keluar rumah, jikapun akan keluar rumah agar menggunakan pelindung, kacamata dan masker, terutama anak-anak" ungkapnya.

Sejumlah Wali Murid di Palembang Protes Rencana Zona 5 Detik Antar Jemput Siswa Sekolah

Posko kesehatan yang ada di Desa Muara Medak akan buka 24 jam dalam melayani masyarakat. "Kita terus Standby melayani masyarakat agar kesehatan masyarakat Desa Muara Medak terjaga,"jelasya. (SP/ Fajeri)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved