Berita PALI

Kebakaran Rumah di Lubuk Tampui PALI, Saat Itu Pemilik Sedang Menyadap Karet

Terjadi kebakaran sebuah rumah milik Sadar bin Suhuman (35 tahun), warga Desa Lubuk Tampui Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI

Kebakaran Rumah di Lubuk Tampui PALI, Saat Itu Pemilik Sedang Menyadap Karet
Polsek Penukal Utara
Rumah milik Sadar warga Desa Lubuk Tampui Kecamatan Penukal Utara hangus dilalap si jago merah, Jumat (16/8/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI-Terjadi kebakaran sebuah rumah milik Sadar bin Suhuman (35 tahun), warga Desa Lubuk Tampui Kecamatan Penukal Utara Kabupaten PALI (Penukal Abab Lematang Ilir).

Musibah kebakaran ini terjadi pada Jumat (16/8/2019) sekitar pukul 08.30 WIB.

Saat kejadian, rumah panggung milik Sadar dalam keadaan kosong ditinggal mantang atau menyadap karet oleh pemiliknya.

Warga melihat adanya api pun langsung melakukan upaya pemadaman dengan alat seadanya, kemudian langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran.

Saat Itu Masih Hidup, Saksi Mata Cerita Detik-detik Kecelakaan Maut Etna Dwi Julia Calon Dokter Gigi

Sobirin seorang saksi mata warga Desa Lubuk Tampui menuturkan bahwa, saat terbakar rumah dalam keadaan kosong.

"Api pertama kali muncul dari ruang tengah di atas rumah milik Sadar. Warga langsung memadamkan api agar tidak membesar menyambar ke rumah yang ada disebelahnya," ungkap Sobirin, Jumat.

Sementara, Iptu Roni Hermawan Kapolsek Penukal Utara Kabupaten PALI menuturkan, bahwa memang benar telah terjadi kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah.

"Satu rumah terbakar dan nyaris rumah disebelahnya ikut terbakar. Beruntung bisa dipadamkan," ungkap Roni.

Api bisa dipadamkan sekira satu jam kemudian dan tidak ada korban jiwa pada kebakaran tersebut.

"Kita masih melakukan penyelidikan apa penyebab terjadinya kebakaran. Namun dugaan sementara karena konsleting listrik," jelasnya.

Kisah Dini Damayanti, Anak Buruh di Banyuasin Jadi Paskibraka Nasional 2019, Cerdas di Sekolah

Kepala Damkar PALI, Cik Ading Ibrahim berkata, saat mendapat informasi adanya kebakaran di Desa Lubuk Tampui pihaknya langsung bergerak menuju TKP dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.

"Satu rumah milik Sadar semuanya hangus terbakar, sementara rumah yang ada disebelahnya juga nyaris hangus. Beruntung warga dibantu mobil PBK dengan sigap memadamkan api sehingga tidak meluas," jelasnya.

Atas peristiwa tersebut diperkirakan kerugian korban mencapai Rp 80 juta.

Cik Ading mengimbau kepada warga agar tetap waspada jika hendak beraktivitas diluar rumah.

"Musim kemarau memang rentan terjadi kebakaran. Dari itu kita imbau warga untuk mematikan dan mencabut listrik jika meninggalkan rumah guna meminimalisir terjadi kebakaran," ungkapnya. (SP/ Reigan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved