HUT ke 74 RI
Kisah Dini Damayanti, Anak Buruh di Banyuasin Jadi Paskibraka Nasional 2019, Cerdas di Sekolah
Dini Damayanti terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional 2019 mewakili Sumatera Selatan (Sumsel)
TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Dini Damayanti terpilih menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional 2019 mewakili Sumatera Selatan (Sumsel).
Dini Damayanti merupakan pelajar SMA Negeri 1 Sembawa Kabupaten Banyuasin.
Pelatih Paskibra SMA Negeri 1 Sembawa Firman Junaesyah mengatakan, keberhasilan Dini Damayanti untuk mewakili Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan, ke tingkat nasional memang tidak diragukan.
"Dini orangnya memang rajin dan disiplin. Sehingga wajar, kalau dia berhasil terpilih di tingkat provinsi untuk mewakili ke jenjang tingkat pusat," kata Firman.
Wali Kelas XI Zulaillah menjelaskan, Dini selain jago di lapangan juga jago di kelas.
• Polisi Panggil Koko Ardiansyah yang Gagal Wakili Paskibraka Tingkat Provinsi, Ini yang Didapat Koko
Ia memiliki nilai terbaik kelima dari rekan sekelasnya.
"Dini cerdas dan cerdik baik di dalam kelas maupun di lapangan," ucap Zulaillah.
Dini hanya anak seorang buruh di Sembawa Kabupaten Banyuasin.
Kendati demikian, semangat belajar Dini, lanjut Zulaillah, tidak kendor.
Orangnya baik, ramah, sekolah menolong sesama teman. Lebih lagi peduli lingkungan.
"Orangnya santun, dan aktif dalam kegiatan ekskul. Dan wajar, kalau Dini bisa mewakili SMA Negeri 1 Sembawa ke Istana Negara.
• Asraf Jadi Paskibraka di Istana Negara, Pakai Sepatu Robek Milik Tetangga untuk Seleksi Nasional
Terpisah, Sudarman (55) orang tua Dini Damayanti merasa bangga dengan prestasi yang diraih oleh anak ke 3 dari 4 bersaudara.
"Dini memang giat belajar dan berlatih. Kami sebagai orang tua hanya bisa memberikan arahan dan doa terbaik buat anak," ungkap Sudarman.
Disebutkan Sudarman, dirinya akan menyaksikan anaknya menjalankan tugas sebagai petugas penaikan bendera merah putih di Istana Negara hanya dengan cara nonton tv di rumah saja.
"Saya tidak ikut mendampingi anak saya di Istana. Cukup ibunya dan kepala sekolah yang mendampinginya, karena biaya tak punya," ungkap Sudarman.
Teteskan Air Mata