Kru Water Bombing Rusia Meninggal

Penjelasan Resmi BPBD Meninggalnya Teknisi Helikopter Water Boombing Pemadam Kebakaran Lahan

Teknisi helikopter water bombing bernama Andrey Sushakov yang bertugas sebagai Ground engineer RA-22583, meninggal dunia

Penjelasan Resmi BPBD Meninggalnya Teknisi Helikopter Water Boombing Pemadam Kebakaran Lahan
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Anshori 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Teknisi helikopter water bombing bernama Andrey Sushakov yang bertugas sebagai Ground engineer RA-22583, meninggal dunia.

Pria asal Rusia kelahiran 11 Agustus 1976 ini, tiba-tiba sesak nafas dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

"Pada tanggal 8 Agustus 2019, posisi Andrey Sushakov dalam keadaan libur dan tinggal di hotel. Pukul 17.00, merasa tidak bisa bernapas dengan normal, sehingga dia menelepon Site managernya Pavel Zakharov untuk di bawa ke rumah sakit terdekat," ujar Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan BPBD Sumsel Anshori, Selasa (13/8/2019).

Lanjut Anshori, Pavel dan pihak hotel membawa Andrey ke rumah sakit Siloam Palembang.

Setelah dilakukan pemeriksaan, indikasi dokter pada saat itu ada penyempitan pembuluh darah ke otak.

Maka dari itu, dilakukan pemeriksaan secara intensif terhadap Andrey dengan masuk ruang ICU.

Tanggal 11 Agustus 2019 pukul 17.45, pihak Rumah Sakit Siloam Palembang menyatakan bila Andrey Sushakov meninggal.

Dansatgas Karhutla Sumsel : Tembak di Tempat Pembakar Lahan dan Hutan

"Sementar mayat Andrey Sushakov sudah di pindahkan ke ruang mayat di RS Siloam sebelum di lakukan otopsi."

"Untuk otopsi masih menunggu surat persetujuan dari pihak keluarga. Surat kuasa diberikan kepada Pavel Zakharov sebagai penerima kuasa untuk urusan di Indonesia," jelasnya.

Setelah mendapat surat persetujuan otopsi dari pihak keluarga, maka proses otopsi bisa dilakukan. Otopsi dilakukan karena memang merupakan syarat dr negara asal nya yakni Rusia sebelum melakukan pemulangan jenazah ke negara asal.

"Jadi ini bukan insiden atau kecelakaan, karena memang sakit. Setelah dilakukan perawatan, tetapi nyawa Andrey tidak bisa diselamatkan," pungkasnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved