Cerita Khas Palembang

Tribun Wiki : Sejarah Lorong Basah di Palembang, Lokasi Pendatang Tionghoa Mencari Nafkah

Seperti juga jembatan Ampera, seseorang belum diakui sebagai wong Palembang sejati kalau belum pernah menginjakkan kaki dan belanja di Lorong Basah

Tribun Wiki : Sejarah Lorong Basah di Palembang, Lokasi Pendatang Tionghoa Mencari Nafkah
Tribun Sumsel/ Winando Davinchi
Suasana keramaian Lorong Basah Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Banyak sekali tempat-tempat dengan nama unik di Kota Palembang.

Lorong Basah, tempat yang tak jauh dari Jembatan Ampera juga banyak menyimpan segudang cerita.

Seperti juga jembatan Ampera, seseorang belum diakui sebagai wong Palembang sejati kalau belum pernah menginjakkan kaki dan belanja di Lorong Basah.

Nama sebuah lorong yang popularitasnya menyaingi nama jalan lain di kota Palembang, walaupun nama lorong ini kini telah diubah menjadi sebuah jalan Sentot Ali Basya.

Namanya yang sangat unik tercetus begitu saja dan nyatanya hingga kini masyarakat lebih familiar tetap menyebutnya Lorong Basah.

Banyak masyarakat yang menyangka Lorong Basah adalah sebutan singkat atas nama jalan Sentot Ali Basah, seorang panglima dalam perang Jawa yang mendampingi perlawanan Pangeran Diponegoro, padahal tidak seperti itu.

Tak ada hubungan sama sekali antara tempat ini dengan kisah sang pahlawan, sejak awal nama lorong ini memang lorong Basah.

Justru nama jalan Sentot Ali Basah disematkan untuk mengganti nama asli tersebut.

Menurut beberapa sumber asal muasal nama Iorong Basah berkait erat dengan suasana di zaman kolonial Belanda.

Halaman
123
Penulis: Winando Davinchi
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved