Cerita Khas Palembang
Asal Mula Nama Tangga Buntung, Ini Penjelasan Sejarawan Tentang Wilayah Terkenal di Palembang Ini
TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Kota Palembang cukup dikenal dengan sejarahnya yang sangat menarik untuk diketahui. Termasuk Tangga Buntung
Penulis: Sri Hidayatun |
TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-Kota Palembang cukup dikenal dengan sejarahnya yang sangat menarik untuk diketahui.
Tahukah Anda setiap nama tempat dan jalan khususnya yang ada di kota Palembang ini memiliki sejarah khusus atau cerita dibaliknya.
Salah satunya Tangga Buntung.
Yapp, siapa sih yang tidak tahu dengan Tangga Buntung satu ini.
Kawasan ini cukup dikenal sebagai salah satu daerah yang cukup "disegani" oleh orang Palembang.
Lalu, dari mana sebenarnya nama "Tangga Buntung" itu didapatkan?. Apa arti sebenarnya?.
• Sejarah dan Asal Nama Kertapati, Apakah Ada Hubungan dengan Nama Raden Inu Kertapati?
Tribunsumsel.com menyajikan berita ringan untuk menambah ilmu pengetahuan bagi para pembaca.
Dari pantauan Tribunsumsel.com di lapangan kawasan Tangga Buntung ini terletak dari dari masjid suro atau Jalan Ki Gede Ing Suro itu sudah termasuk dalam kawasan Tangga Buntung yang selama ini dikenal.
Daerah ini termasuk daerah yang padat penduduk.
Terlihat kanan kiri rumah masih kebanyakan berbentuk rumah limas, rumah adat kota Palembang.
Di daerah ini juga banyak menjual berbagai macam ciri khas kota Palembang seperti sebagai sentra songket Palembang sebut saja songket Zainal yang sangat terkenal hingga ke mancanegara.
• Inilah Asal Mula Nama Jakabaring Palembang, Bermula dari Empat Suku Besar
Tak hanya itu, banyak juga orang berjualan pempek, kue bluder khas makanan warga kota Palembang.
Daerah ini juga banyak orang mengenal dua jenis yakni daerah laut atau daerah darat.
Daerah laut di sini artinya orang yang tinggal di pinggiran sungai musi sedangkan darat orang yang tidak tinggal di pinggiran sungai musi.
Ketika Tribunsumsel.com bertanya kepada salah satu warga, Sri Susilawati (40) yang merupakan warga Tangga Buntung mengaku tidak mengetahui pasti tentang asal mula atau sejarah Tangga Buntung ini.
Wanita yang lahir dan besar disana pun mengaku minim sekali pengetahuan tentang sejarah daerahnya tersebut.
"Setahu saya ya tangga buntung ini, nama yang diberikan oleh orang Belanda. Katanya dulu tangga di sini banyak buntung alias tepotong tapi dak tau tangga apa," jelas dia.
• Mengenal Gubernur Sumsel Herman Deru, Arti Namanya Lahir di Zaman Orde Baru, Ini Profilnya
Ibu rumah tangga ini pun mendapatkan cerita tersebut dari mulut ke mulut orang-orang yang ada di sini.
"Tahunya ya dari orang-orang saja. Gak pernah nanya serius kepada orang tua juga," ungkap dia.
Menurut Sejarawan Palembang Andi Syarifuddin, di Palembang ini banyak nama-nama tangga.
Ada tangga takat, tangga tanah, tangga panjang dan tangga buntung.
"Itu menunjukkan tempat dan tempat itu juga menunjukkan fungsinya. Misalnya lingkungan kepandaian itu tempat pandai-pandai besi. Termasuklah Tangga Buntung yang juga merupakan nama asli," jelas dia.
Ia mengatakan tangga buntung ini ada ceritanya mengapa diberi nama Tangga Buntung.
Menurutnya, ada versi yang mengatakan tangga itu buntung dan itu kurang panjang.
• Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat 112 Muba Raih Perak Ajang Contact Centre World Asia Pasific
"Jadi tangga itu buntung dan potongan itu disambungkan di tempat lain mungkin ke tangga panjang itu, itulah yang dinamakan tangga buntung dan ada tangga panjang," ungkapnya.
Tangga yang dimaksud dalam sejarahnya yakni pada zaman dulu transportasinya sungai.
Sungai itu ada dermaga, untuk menghubungkan antara dermaga dan daratan itu ada tangga.
"Jadi untuk mencapai daratan kurangnya panjang sehingga diambil tangga lain jadi tangga lain jadi buntung. Itulah yang dinamakan tangga buntung. Itu salah satu versinya," ungkap dia.
Andi mengatakan Tangga Buntung ini perkampungan asli Palembang?. Mengapa karena di daerah tersebut banyak ditemukan rumah adat limas.
• Sejarah Berdirinya Masjid Agung Palembang, Bukti Peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam
"Artinya perkampungan orang Palembang tradisional karena dulu punya rumah limas bukan orang sembarangan," beber dia.
Tambah dia, ia menyakini di Tangga Buntung sebagai sentral kehidupan paling penting dijaman dulu karena banyaknya rumah limas yang ada disana.
"Disana (Tangga Buntung,red) merupakan kampung lama Palembang. Makanya ini perlu dikaji lagi lebih dalam," ungkap dia.