Siswa SMA Taruna Indonesia Tewas

Wiko Jerianda Siswa SMA Taruna Indonesia Meninggal, Kuasa Hukum Ungkap Keluarga Akan Lakukan Ini

Wiko Jerianda Siswa SMA Taruna Indonesia Meninggal, Kuasa Hukum Ungkap Keluarga Akan Lakukan Ini

Wiko Jerianda Siswa SMA Taruna Indonesia Meninggal, Kuasa Hukum Ungkap Keluarga Akan Lakukan Ini
LUSI/TRIBUNSUMSEL.COM
Suwito dan kuasa hukumnya Firli. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANGWiko Jerianda (16) menghembuskan nafas terakhirnya setelah mengalami perawatan di rumah sakit selama 6 hari.

Wiko menjadi korban penganiayaan saat dilangsungkannya kegiatan Masa Orientasi Siswa (MOS) SMA Taruna Indonesia, pada Sabtu (13/7/2019) dinihari.

Sebelum Wiko, korban pertama adalah Delwyn yang tewas setelah dianiaya oleh pembina SMA Taruna Indonesia.

Wiko Jerianda Siswa SMA Taruna Meninggal Dunia, Sejak Masuk Charitas Tidak Sadarkan Diri

Komedian Nunung Pakai Narkoba Bersama Suami ke-4nya, Iyan Sambiran, Ini Lika-Liku Kehidupan Keduanya

Polisi juga sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus tewasnya siswa SMA Taruna Indonesia yaitu Obi Frisman.

Wiko yang meninggal Jumat (19/7/2019) sekitar pukul 20.10, diperkirakan tewas akibat penganiayaan.

Wiko tidak sadarkan diri dan menjalani perawatan di rumah sakit Charitas sampai menghembuskan nafas terakhirnya.

Kuasa hukum keluarga Wiko, Firli mengakui anak kliennya sudah meninggal. Tahu Wiko meninggal, keluarga sedang berunding.

"Belum tahu apakah dilakukan autopsi, keluarga masih berunding," jelas Firli.

Diakui, keluarga kliennya sangat terpukul atas kepergian Wiko.

 

KPAI Minta Dievaluasi

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indoensia (KPAI), Retno Listyarti mendesak agar Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mengevaluasi menyeluruh SMA Taruna Indonesia, baik dari program, manajemen keuangan, fasilitas dan lain sebagainya.

Menurutnya, dari hasil pemantauan KPAI secara umum sebagai sekolah berasrama pengawasan dinilai kurang oleh Dinas Pendidikan, terlebih dari sisi fasilitas tidak memadai padahal biaya untuk masuk ke sekolah ini tidaklah murah.

"Dari orang tua yang saya wawancarai, biaya masuk saja Rp 22 juta. Perbulan Rp 1,5 juta dan untuk biaya semester Rp 3 juta. Ini adalah hal yang cukup mahal. Kondisi sekolah juga tidak laik kelas tanpa jendela sehingga pencahayaan kurang," jelasnya, Rabu (17/9/2019).

 

Penulis: Irkandi Gandi Pratama
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved