Ponpes dan Rumah Tahfidz Wadah Cetak Generasi Religius di Sumsel

Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) di Sumatera Selatan sangat penting dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas yang dibekali dengan ilmu agama

Ponpes dan Rumah Tahfidz Wadah Cetak Generasi Religius di Sumsel
ISTIMEWA
Gubernur Sumsel H Herman Deru saat menerima silaturahmi keturunan para kiai yang berasal dari pulau jawa yang tergabung Aspirasi Para Lora dan Gus (Asparagus) di Griya Agung Palembang, Kamis(18/7) malam. 

Gubernur Sumsel Silaturahmi Dengan Keturunan Kiai Asal Pulau Jawa Tergabung Dalam Aspirasi Para Lora dan Gus (Asparagus)

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) di Sumatera Selatan sangat penting dalam mencetak generasi bangsa yang cerdas yang dibekali dengan ilmu agama. Selain itu ponpes juga sangat berperan dalam menjadikan Sumsel sebagai provinsi yang religius.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Sumsel H.Herman Deru saat menerima silaturahmi keturunan para kiai yang berasal dari pulau jawa yang tergabung Aspirasi Para Lora dan Gus (Asparagus) di Griya Agung Palembang, Kamis(18/7) malam.

"Saya menyambut baik kehadiran komunitas Asparagus di Sumsel, dimana mereka adalah anak dari para kiai yang berasal dari pulau jawa. Kehadiran Asparagus ini kita harapkan akan makin menujukan bahwa Sumatera Selatan adalah Provinsi yang religius,” ungkap Gubernur.

Herman Deru menyebutkan, ketika dirinya menjabat sebagai Bupati OKU Timur dua periode beberapa tahun silam, dirinya memberikan perhatian lebih kepada Pondok Pesantren, mengingat lembaga pendidikan agama tersebut mempunyai peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu dirinya ketika menjabat Gubernur saat berupaya menghidupkan kembali lembaga pendidikan Islam selain ponpes juga program rumah tahfidz minimal satu desa satu rumah tahfidz didirikan di Sumsel.

“Saya berharap keberadaan Asparagus di Sumsel ini memberikan manfaat bedsar bagi Sumsel. Para Bupati/Walikota saya harapkan dapat memfasilitasi jika para Asparagus ingin mendirikan Pondok Pesantren,” harap Gubernur.

Terkait dengan wisata religi yang digagas Asparagus Sumsel, Herman Deru mendukung hal tersebut bahkan dirinya menegaskan ide tersebut sudah sejak lama diimpikannya ada Sumsel untuk dijadikan sebagai daerah wisata religi. Apalagi Asparagus menunjukan adanya potensi destinasi wisata religi yang dapat dikembangkan seperti mengunjungi makam- makam pemuka agama.

Sementara itu Koordinator Aspirasi Para Lora dan Gus (Asparagus) yang juga sebagai pengasuh Popes Ibrohimi Gresik, KH. Khairul Athok mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sumsel Herman Deru yang sudah menerima Asparagus.

"Kami berterima kasih atas penghormatan yang diberikan kepada kami, mudah-mudahan pak Gubernur Herman Deru dikasih kesehatan, kemudahan serta kelancaran dalam membangun Sumsel," ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhariah Wonosobo, KH. Ahmad Muatok yang menegaskan Asparagus merupakan komponen kebetulan dari putra putra kiai yang berasal dari pulau jawa. Demikian juga dengan pengasuh Ponpes Ilir Boyo Kediri, KH. Abdul Muid yang menambahkan Asparagus telah banyak melakukan kegiatan yang positif bidang ilmu agama dan penggerak perekonomian.

"Dengan adanya Asparagus kita jadi saling mengenal satu sama yang lain. Ini merupakan sebagai wahana mempererat tali silaturahmi," ucapnya. (rilis humas)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved