Berita Palembang

Larangan Parkir Jalan Sudirman Palembang Bisa Dicabut, Ini Penjelasan Ombudsman Sumsel

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Larangan parkir di Jalan Sudirman Palembang bisa dicabut

Larangan Parkir Jalan Sudirman Palembang Bisa Dicabut, Ini Penjelasan Ombudsman Sumsel
Tribun Sumsel/ Irkandi Gandi Pratama
Kepala Perwakilan Sumatera Selatan M. Adrian Agustiansyah, di ruang kantor Ombudsman RI Sumsel Jalan Jendral Sudirman, 20 Ilir, Ilir Tim. I, Palembang, selasa (25/6/2019) siang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Larangan parkir di Jalan Sudirman Palembang bisa dicabut

Hal ini berdasarkan Surat Rekomendasi dari Ditjen Kementrian Perhubungan dengan acuan Permenhub nomor 96/2015.

Kepala Kantor Ombusdman RI Perwakilan Sumsel, M. Adrian mengatakan, berdasarkan surat rekomendasi Permenhub maka larangan parkir di Jalan Sudirman bisa dicabut.

"Dengan surat rekomendasi surat itu, ada beberapa kemungkinan. Parkir bisa dilakukan atau bisa juga ganjil genap," kata Adrian usai Penyampaian Hasil Pemeriksaan terkait larangan Parkir di Jend Sudirman oleh Pemkot Palembang kepada pihak Pelapor (P3RPU) dikantor Ombusdman, Selasa (25/6/2019)

Menurut dia, mengacu pada surat ini, dengan perlindungan hukum Permenhub ini, maka parkir Sudirman bisa dilakukan, namun dengan alternatif.

Seperti pengguna pukul 09.00 sampai 15.00 atau alternatif lain penggunaan pengaturan ganjil genap.

Jadwal Pertandingan Cilegon United Vs Sriwijaya FC, Kas Hartadi Waspadai Serangan Balik Lawan

Dengan adanya rekomendasi ini, bisa ditindak lanjut oleh pemkot Palembang dalam bentuk Peraturan yang tegas, yakni Peraturan Daerah (Perda) atau Surat Keputusan (SK) Walikota.

"Pemkot bisa menindaklanjuti ini," ujarnya.

Adrian mengatakan, jika sudah ada Peraturan dari Pemkot Palembang maka diperlukan untuk sosialisasi kan kepada pemilik dan pengusaha di sekitar lokasi Jalan Sudirman.

"Tapi parkir harus tetap tertib, teratur dan aman, jangan sampai semrawut," kata dia.

Kronologi 2 Sopir Truk Batubara Tewas Kecelakaan di Lahat, Diduga Rem Blong

Ketua Asosiasi Pengusaha Jalan Sudirman, Syahrial mengatakan, larangan parkir muncul pada saat Asian Games dan waktu yang ditetapkan.

"Dulu larangan parkir itu hanya saat Asian Games saja, dituangkan dalam surat itu ada batasan waktu, tetapi sampai sekarang masih dilarang parkir malahan di tambah rambu-rambu," terangnya

Sebagai pemilik toko yang berada di Jalan Jendral Sudirman, larangan parkir tersebut dapat merugikan omzet para pemilik toko.

"Ya jelas lah pemasukannya itu beda, kemarin masih biasa kantongi 200 sehari tetapi sekarang hanya 30 ribu, karyawan juga banyak yang berhenti," jelasnya

"Namun, jika seandainya Dinas Perhubungan (Dishub) akan ambil alih PAD, ya silahkan, kami itu hanya ingin pembebasan parkir di sana, karena tidak ada lagi tempat parkir di sana sedangkan toko kami di pinggir jalan," tutupnya. (Gandi/SP/YANDI)

Penulis: Irkandi Gandi Pratama
Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved