Berita Palembang

Kisah Cintani Putus Sekolah Karena Kanker Tulang, Sekarang Kakinya Harus Diamputasi

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Cintani Aryanti (16 tahun), hampir setahun ini hanya bisa terbaring di rumah karena penyakit kanker tulang

Penulis: M. Ardiansyah |
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Cintani Aryanti mengidap kanker tulang di kaki kanannya dan membuatnya tidak bisa berjalan saat di rawat di IGD RSMH Palembang, Rabu (19/6/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Cintani Aryanti (16 tahun), hampir setahun ini hanya bisa terbaring di rumah karena penyakit kanker tulang yang menggerogoti kaki kanannya.

Pelajar di Pondok Pesantren Dhiya Ussalaf Kecamatan Lubai Muaraenim ini, hanya bisa pasrah kaki kanannya yang sudah membengkak sangat besar harus diamputasi.

Menurut Cintani, awalnya ia tidak merasakan mengidap kanker tulang.

Sebelum kaki kanannya mulai membengkak, Cintani hanya merasakan nyeri.

Rajin Olahraga Tapi Begini, Kebiasaan Buruk Agung Hercules yang Idap Kanker Otak Diungkap Ade Rai

Cintani merupakan anak dari keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Kedua orangtua sudah bercerai, Cintani selama ini hidup menumpang dengan sang nenek.

"Sejak bulan Agustus tahun 2018, terasa sakitnya. Diperiksa dibawa ke puskesmas kata dokter aku kena kanker tulang."

"Harus segera operasi, tetapi karena ibu hanya sebagai penyadap karet punya orang jadi tidak berobat," ujarnya lirih, Rabu (19/6/2019).

Olahraga Bantu Meningkatkan Kecerdasan Anak dan Cegah Stunting

Anak ke dua dari dua bersaudara ini, mulai merasakan kaki kanannya membengkak pada Desember 2018 lalu.

Puncak membengkak kaki Cintani terjadi bulan Februari 2019.

Sejak itu kakinya kian hari terus membengkak.

Selama itu, Cintani hanya bisa terbaring lemas di atas tempat tidur rumahnya di Desa Bingkai Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya OKU.

Siswa kelas X di Ponpes Dhiya Ussalaf Kecamatan Lubai Muaraenim ini juga tidak lagi melanjutkan sekolahnya di sana.

Keterbatasan ekonomi yang ada di keluarganya, membuat Cintani hanya bisa pasrah dengan kanker tulang yang menggerogoti kaki kanannya.

Cara Melacak Lokasi Keberadaan Pacar Menggunakan WhatsApp dan Google Maps, Anti Dibohongi

Ada tetangga yang tak tega melihat penderitaan gadis berhijab ini, hingga akhirnya memberitahukan pihak kecamatan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved