Menkopulhukam Wiranto Ancam Tutup Media Massa, Dewan Pers : Dibredel, Kembali ke Zaman Orba

Menkopulhukam Wiranto Ancam Tutup Media Massa, Dewan Pers : Dibredel, Kembali ke Zaman Orba

Menkopulhukam Wiranto Ancam Tutup Media Massa, Dewan Pers : Dibredel, Kembali ke Zaman Orba
Dimas Jarot Bayu
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto 

TRIBUNSUMSEL.COM - Dewan Pers meminta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengklarifikasi pernyataannya yang mengancam akan menutup media yang membantu pelanggaran hukum.

Dewan Pers minta Wiranto menjelaskan apakah yang dimaksudnya adalah media pers atau media sosial.

"Karena saat itu Pak Wiranto kan bicara dalam konteks medsos juga, jadi harus diperjelas," kata Anggota Dewan Pers, Ratna Komala saat dihubungi Kompas.com, Selasa (7/5/2019).

Perampok di Mesuji OKI Nekat Tembak Mati Temannya saat Dikepung Warga, ? Ini Penjelasan Kriminolog

3 Fakta Terbaru Konflik Panjang Nikita Mirzani dengan Mantan Suaminya, Dipo Latief

5 Artis Berjuang Lawan Penyakit Kanker Hingga Berhasil Sembuh, Nomor 4 Pernah Diberitakan Meninggal

Menurut Ratna, jika yang dimaksud Wiranto adalah media pers, maka ancaman penutupan itu akan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

"Kalau media pers bisa ditutup, dibredel, kita kembali ke zaman orde baru dimana pers bisa disensor dan diintervensi," ujar Ratna.

Ratna menegaskan, kebebasan pers telah dijamin oleh undang-undang pasca orde baru.

Menurut dia, berbagai perkara berkaitan media pers harus diselesaikan melalui Dewan Pers sesuai UU yang berlaku.

"Aturannya jelas, dewan pers dan komunitas pers mengatur dirinya sendiri, meregulasi dirinya sendiri, membuat peraturan yang dibutuhkan terkait kebebasan berpendapat.

Jadi Pak Wiranto harus mengklarifikasi, tidak bisa main tutup kalau untuk pers," ujar dia.

Menko Polhukam Wiranto sebelumnya mengatakan, pascapemilu banyak upaya pelanggaran hukum yang terjadi di media sosial.

Halaman
12
Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved