Breaking News:

Berita Palembang

Update Perampokan: Kapolda Beri Ultimatum Perampok Bos Toko Emas, Tak Menyerah Bakal Ditembak Mati

Kasus perampokan pemilik toko emas Djulijono dan istrinya Kevy hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kapolda Sumsel irjen Pol Zulkarnain Adinegara 

"Iya benar, kasus yang terjadi di Jalan Dempo Luar diambil alih Satreskrim Polresta Palembang," ujar Edi.
Meski diambil alih, Polsek IT 1 Palembang juga tetap ikut melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini.

"Kami tetap ikut membantu. Meski diambil alih Polresta, tetapi kami juga punya tanggung jawab untuk mengungkap kasus ini," kata Edi.

Pengemudi Bentor Curiga Mobil Ini

Ridwan (55), sopir becak motor yang ditumpangi korban Akiong, tak tinggal diam ketika melihat penumpangnya dirampok saat melintas di Jalan Dempo Luar Kecamatan IT 1 Palembang.

Ia berupaya menolong Djulijono dan istrinya Kevy, ketika perampok beraksi.

Seperti diberitakan sebelumnya, kawanan perampok berani beraksi di tengah keramaian Jalan Dempo Luar Kecamatan IT 1 Palembang, Rabu (3/4) sekira pukul 09.30.

Korban pemilik toko emas Sinar Mas, pasangan suami istri Djulijono alias Akiong (71) dan Kevy (65), yang membawa logam mulia dan perhiasan emas senilai Rp 1,6 miliar naik becak motor (bentor).

Kawanan rampok empat orang naik dua sepeda motor. Mereka beraksi menggunakan senjata tajam yang melukai tangan kedua korban.

 

"Saat pelaku menarik tas korban, ada mobil CRV yang menghalangi. Ketika itu, aku berupaya untuk menarik gas tetapi terhalang mobil itu. Sampai putus tali gas, karena tidak bisa lewat," ujar Ridwan saat ditemui di Polsek IT 1 Palembang.

Mobil CRV warna hitam, juga mengklakson secara terus menerus saat terjadinya perampokan. Setelah itu, tak lama berselang mobil tersebut pergi meninggalkan lokasi.

Ridwan juga sempat meminta mobil tersebut untuk menabrak pelaku. Akan tetapi, mobil tersebut sama sekali tidak bergerak. Selain tidak bergerak, orang yang ada di dalam mobil terus membunyikan klakson.

"Setelah itu, mobil yang menghalangi langsung pergi," katanya.

Menurutnya, ia memang mangkal di sekitar situ. Kedua korban minta antar menuju toko di Sayangan. Saat di simpang tiga, sempat berhenti karena macet.

Tiba-tiba datang dua pelaku yang langsung merebut tas korban.
Melihat dua pelaku yang berupaya merebut tas milik Djulijono, membuat Ridwan mengambil balok kayu.

Bukan tidak takut, Ridwan sempat ragu saat akan membantu. Namun, karena bertanggung jawab atas penumpangnya, Ridwan akhirnya memilih turun tangan menggunakan balok kayu yang ada di bentor.

"Saya juga takut, tapi karena tidak enak, itu resiko kita. Akhirnya saya ambil kayu balok ukuran semeter. Saya sempat pukulkan kayu tersebut ke salah satu pelaku ke bagian kepalanya."

"Dua pelaku pertama juga sempat mengejar saya mau nujah (menusuk) dengan pisau yang mereka tebaskan ke korban, cuma saya menghindar dulu.

Saat itu ada pelaku yang ngancam akan menembak, sehingga saya sempat mundur," jelasnya.

"Satu pelaku sempat mengancam. Aku tembak kau, makanya aku mundur karena aku takut kena tembak," ceritanya.

Akan tetapi, Ridwan tidak melihat pistol pelaku. Kemungkinan, pelaku menggertaknya saat ia memukul salah seorang pelaku menggunakan balok kayu.

Karena kewalahan dua pelaku yang tengah mengambil tas, dibantu oleh dua pelaku lain dengan menabrakan motornya ke arah Badan Ridwan dari belakang.

Tabrakan secara mendadak tersebut membuat Ridwan terkapar.

"Aku melanting (terpental) dua meter. Saat itu aku tidak sadar, saat dibantu warga, aku bangun lihat koko sama istri sudah terkapar di jalan bedarah," ujarnya.(mad/ard)

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved