Breaking News:

OPINI

OPINI Andika Pranata Jaya : Mencegah Makelar Kursi Legislatif Pemilu 2019

Pemilu 2019 di Sumatera Selatan, akan memperebutkan 723 kursi legislatif. Kursi tersebut tengah dibidik 9.201 caleg

Tribun Sumsel/Arief
Andika Pranata Jaya, Direktur Eksekutif Musi Institute for Democracy and Elektoral 

Opini : Andika Pranata Jaya, S.Sos., M.Si
Direktur Eksekutif Musi Institute for Democracy and Elektoral

MEMBACA liputan investigasi Tribun Sumsel edisi cetak, Senin 25 Maret 2019 yang diberi judul “Saksi Ganda ‘Bom’ 500 TPS” membuat kopi yang saya minum pagi itu terasa lebih pahit.

Di kala banyak pihak bekerja keras mewujudkan pemilu jujur dan berintegritas melawan politik uang, tetap ada pihak ingin mengambil aksi untung dengan menyebut nama orang dan lembaga pemilu.

Ulasan yang dimuat tepat di hari kedua pelaksanaan kampanye terbuka pemilu 2019 itu menguraikan langkah demi langkah seorang konsultan yang siap bekerja menyiapkan ‘kursi jadi’ bagi calon legislatif (caleg).

Agar lebih diyakini memiliki jejaring dan pengaruh untuk memenangkan caleg, sang konsultan -dalam grafis yang dibuat Tribun Sumsel- menyebut orang-orang penting yang duduk sebagai penyelenggara pemilu 2019 dan mengklaim bisa menjaga suara tak diganggu gugat saat proses rekapitulasi penghitungan hasil pemilihan.

Cara sederhana membuktikan posisinya, sang konsultan mengaku menggunakan mobil dinas anggota Bawaslu di satu kabupaten.

Sistem dan Cara Hitung Perolehan Kursi DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi 2019, Ini Simulasinya

Analisa Sebab
Pemilu 2019 di Sumatera Selatan, akan memperebutkan 723 kursi legislatif. Terdiri dari 4 kursi DPD, 17 kursi DPR RI, 75 kursi DPRD Provinsi, 627 kursi DPRD Kota/Kabupaten.

Kursi tersebut tengah dibidik 9.201 caleg dan akan di tentukan oleh 5,87 juta lebih pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Pemilu 2019 yang menganut sistem proporsional terbuka memang berpotensi melanggengkan praktik politik uang. Dalam sistem proporsional terbuka, caleg yang menang ditentukan berdasarkan suara terbanyak.

Sistem ini meningkatkan aspek kompetitif dari peserta Pemilu.

Halaman
1234
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved