Berita Banyuasin

Diduga Depresi Ditinggal Putra Sulungnya, Nurul Warga Banyuasin Akhiri Hidup dengan Gantung Diri 

Nurul ditemukan tewas gantung diri di ruangan tamu rumahnya di dusun II, RT 04, Desa Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin

gettyimages
ilustrasi gantung diri 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Nurul Aini Bin Asim (42), warga Banyuasin ditemukan tewas gantung diri, Minggu (17/3/2019).

Dugaan awal Nurul depresi karena tersendat kendala ekonomi dan ditinggal anak tertuanya yang lebih dulu meninggal duni.

Nurul ditemukan tewas gantung diri di ruangan tamu rumahnya di dusun II, RT 04, Desa Tanjung Laut, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin.

Tetangga korban yang merupakan penduduk setempat Ali mengatakan, korban baru saja ditinggal oleh anak tertuanya.

"Iya mungkin karena depresi sebab anak tertuanya sekitar satu pekan lalu meninggal karena sakit,"ujarnya.

15 Tahun Ini : 19 Gubernur, Hampir 200 Bupati, 5 Ketum Parpol, 100 Anggota DPR Terjerat Korupsi

Terjerat Kasus Pencurian Motor, Pria di Palembang Ini Laksanakan Pernikahan di Kantor Polisi

Korban gantung diri diktahui pertama kali oleh anaknya sendiri Ahmad Gali (16 tahun), beserta istri korban Teti Susanti (35 tahun).

Sontak, kejadian tersebut membuat gempar masyarakat Desa Tanjung Laut.

Kejadian ini akhirnya dilaporkan ke Polsek Betung.

Mendapat laporan tersebut, petugas dari Polsek Betung langsung mendatangi TKP.

Kapolsek Betung AKP Naziruddin, saat dikonfirmasi mengatakan, dari hasil olah TKP petugas Polsek Betung, Korban tewas murni gantung diri dengan menggunakan seutas tali di dalam ruangan tamu rumahnya sendiri.

Sepasang Kekasih di Muara Enim Ini Ditangkap Simpan Sabu, Selama Ini Meresahkan Warga

Ini Sosok Wanita Gelapkan 27 Mobil Warga Palembang, Banyak Tergiur dengan Sewa Rp 5 Juta per Bulan

"Memang benar ada peristiwa warga Desa Tanjung Laut gantung diri dengan menggunakan seutas tali, di dalam ruangan tamu rumahnya sendiri, dan dari hasil pemeriksaan tidak ada tanda - tanda kekerasan," kata Kapolsek AKP Naziruddin, Minggu (17/03/2019).

Menurut Kapolsek, dari keterangan saksi, dimana pada hari sabtu, tanggal 16 Maret 2019, sekitar pukul 22.00 WIB, korban pulang ke rumah.

Kemudian sekitar pukul 00.30 WIB, korban keluar dari rumah yang tidak diketahui tujuannya.

Kemudian keesokan harinya lanjut Kapolsek, pada Minggu, (17/3/2019), sekitar pukul 10.00 WIB, korban diketemukan pertama kali oleh anaknya Ahmad Gali dan istrinya Teti Susanti Binti Saparudin (35).

27 Mobil Milik 20 Warga Palembang Ditipu Berkedok Sewa, Korban Banyak Driver Taksi Online

Buat Green House, SMP Negeri 33 Palembang Siap Bersaing di Lomba Adiwiyata Tingkat Provinsi

"Ya korban pertama kali di temukan oleh anak dan istrinya yang sudah dalam keadaan tergantung di ruangan tamu rumah nya sendiri," terang Kapolsek.

Dugaan sementara jelas Kapolsek, korban melakukan bunuh diri karena depresi sebab telah meninggal dunia anak laki-laki pertamanya seminggu yang lalu.

"Dugaan sementara korban bunuh diri karena depresi karena kehilangan putera pertamanya. Akibatnya jiwa korban terguncang," imbuh Kapolsek. (SP/ Alan Nopriansyah)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved