Berita Lubuklinggau

Kapolres Lubuklinggau Usul Pemkot Buat Perda Batasi Pesta Malam Sampai Pukul 22.00

Sebagai upaya penanganan narkoba Kapolres Lubuklinggau AKBP, Dwi Hartono meminta Pemkot menerbitkan peraturan pembatasan orgen tunggal

Kapolres Lubuklinggau Usul Pemkot Buat Perda Batasi Pesta Malam Sampai Pukul 22.00
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM
Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-80 konsuler anti narkoba yang berasal dari delapan kecamatan dan 72 kelurahan di Lubuklinggau mendapatkan pelatihan penangan narkoba.

Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau menggelar pelatihan bekerja sama dengan Pusdiklat BNN Republik Indonesia.

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Selasa (26/2/2019) mengatakan, acara diklat konsuler tersebut merupakan tindak lanjut dari deklarasi jihat anti narkoba (Jinak) beberapa waktu lalu.

"Saya berjanji ketika saya terpilih lagi, pasukan Jinak yang saya sendiri panglimanya akan kita tingkatkan keberadaannya," ungkapnya pada wartawan.

Wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini menerangkan dalam memerangi narkoba butuh kesinergian semua pihak baik kepolisian, BNN dalam hal pencegahannya.

Jadwal Film Bioskop Tayang Maret 2019, Ada Reva Guna Guna, Yowes Ben 2 Hingga My Stupid Boss 2

Update: Kondisi Ari Ismail Korban Salah Tangkap Kasus Bidan Diperkosa, Urung Keluar RS Hari Ini 

"Selama ini orang yang sudah terlibat narkoba susah untuk mengadu, jadi konsuler ini ke depan, tempat saudara-saudara kita untuk mengadu
mungkin ada saudaranya, anaknya terlibat narkoba inilah tempatnya," ungkapnya.

Nanan menambahkan para konsuler yang mendapat pelatihan saat ini akan mendapat sertifikat dari Pusdiklat BNN Pusat, ia berharap mereka serius menangani narkoba.

"Tadi sudah saya sampaikan mereka harus serius, mereka ada laporan per minggu, perbulan, mereka juga diberi insentif, jadi kalau tidak serius nanti akan kita ganti dengan yang lain," ujarnya.

Untuk itu, ia berharap semua pihak untuk serius memerangi narkoba di Lubuklinggau, memerangi norkoba saat ini adalah kewajiban dan butuh keikhlasan semua pihak.

Bulan Maret Siaga Kebakaran Hutan Lahan di Sumsel, Siap-siap Kabut Asap

Anak Bunuh Ibu di OKU Selatan, Edian Saputra 10 Kali Pukul Kepala Ibunya, Polisi Tes Kejiwaan Pelaku

"Kalau bisa diharapkan linggau ini menjadi pilot projek percontohan penanganan narkoba oleh pusat, tidak bisa memberantas langsung minimal mengurangi jadilah," ungkapnya.

Kapolres Lubuklinggau AKBP, Dwi Hartono menambahkan sebagai upaya penanganan narkoba ia telah meminta pemkot menerbitkan peraturan pembatasan orgen tunggal.

"Saya sudah mengajukan kepada wali kota untuk membuat Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang batasan pesta malam sampai pukul 22.00 WIB," terangnya.

Karena apabila lewat dari pukul 22.00 WIB orgennnya akan diangkut.

Bahkan setelah beberapa kali mendapat teguran ternyata masih melanggar izinnya akan dicabut.

"Kemudian kita meminta tokoh masyarakat agar memberikan sanksi sosial, apabila melebihi waktu, kita berharap masyarakat sepakat untuk tidak datang," ujarnya

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved