Breaking News

Syarat dan Tahapan Tes Magang ke Jepang dengan Gaji Rp 20-35 Juta per Bulan, Target 1000 Orang

Gaji yang ditawarkan juga di atas Upah Minimum di Indonesia dimana seorang pekerja magang bisa menerima upah sebesar Rp 20-35 juta per bulannya

Penulis: Linda Trisnawati |
Tribun Sumsel/ Linda Trisnawati
Ketua Forum CSR Kesejahteraan Sosial (Kesos) Sumsel, Rianthony Nata Kesuma usai memaparkan program yang akan dilakukan untuk penanggulangan kemiskinan dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Ruang Rapat Gubernur, Senin (18/2/2019). 

7. Tes Bahasa Jepang
Sebelum dilaksanakan tes Bahasa Jepang, peserta yang lulus medical check up diberikan kesempatan untuk belajar Bahas Jepang secara mandiri selama kurang lebih 2 bulan.

Materi tes Bahasa Jepang adalah setara dengan Japanese Language Proficiency Test Level N5. Peserta yang lulus tws Bahasa Jepang akan dipanggil pelatihan pra pemberangkatan, sedangkan yang belum lulus diberikan kesempatan mengulang sebanyak 3 kali.

8. Pembuatan Paspor (48 halaman, masa berlaku 5 tahun)

Dilaksanakan setelah peserta lulus tes Bahasa Jepang dan sebelum memasuki pelatihan pra pemberangkatan (pelatihan tahap I) di daerah tes.

9. Pelatihan Pra Pemberangkatan

Dilaksanakan sebanyak 2 tahap yaitu
- Tahap I dengan target peserta menguasi kemampuan Bahasa Jepang setara JLPT Level N4. Selama pelatihan peserta menanggung biaya hidup sendiri (makan, penginapan, dan biaya hidup lainnya)
- Tahap II pusat selama 2 bulan, dengan target peserta menguasai sebagian kemampuan Bahasa Jepang setara JLPT Level N3. Selama pelatihan peserta tidak dipungut biaya makan dan penginapan

10. Pemberangkatan ke Jepang
- 1 bulan di pemusatan pelatihan (traening center)
- Masuk perusahaan prkatik kerja 3 tahun atau sampai 5 tahun.

Untuk mengikuti program magang ini ada biaya pembekalan atau pelatihan sebelum seleksi yaitu biaya pendaftaran Rp 250 Ribu. Lalu biaya pembekalan/bimbingan hingga lulus seleksi Rp 3,750,000 dan lain-lain totalnya Rp 16 Jutan.

"Memang banyak calon pekerja magang selama ini terkendala biaya pelatihan serta ongkos keberangkatan. Untuk itu kami akan mengakomodir biaya pelatihan tersebut seperti melalui perbankam dan lain-lain," katanya.

Selain itu juga ada melalui dana CSR dan lain-lain. Namun ada kuotanya, tergantung dari permintaan dan masing-masing dari perusahaan.

"Tahun ini kita targetkan 1000 pekerja magang ke Jepang," katanya.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi Provinsi Sumsel

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved