Breaking News:

Bidan Diperkosa di Ogan Ilir

Ada Kejanggalan Dalam Kasus Bidan Diperkosa di Ogan Ilir, Tidak Temukan Sperma, Ada Baju yang Dicuci

Ada Kejanggalan Dalam Kasus Bidan Diperkosa di Ogan Ilir, Tidak Temukan Sperma, Ada Baju yang Dicuci

TRIBUNSUMSEL.COM
Tempat pemerkosaan bidan 

Meski begitu, berdasarkan perintah Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, pihaknya akan tetap melakukan penelitian dan berkoordinasi dengan penyidik.

Sehingga, kasus ini bisa cepat terungkap. Apakah benar korban diperkosa atau tidak.

"Lima orang itu tidak sedikit, pasti ada yang meninggalkan jejak. Apalagi bila korban diperkosa, paling tidak bekas sperma dan bulu kemaluan pasti ada tertinggal di kasur. Itu yang masih kami dalami," pungkasnya.

Keluarga YL (27) bidan desa yang mengalami perampokan dan pemerkosaan di rumah dinas bidan desa (Bides) Desa Simpang Pelabuhan Dalam Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI), lebih memilih bungkam.

Bahkan suami bidan YL juga menolak berkomentar saat ditanya kondisi terkini istrinya.

"Masih trauma, tapi sudah berangsur membaik,"ujar suami bidan YL secara singkat dan enggan menyebutkan namanya.

Pria yang saat ditemui Tribunsumsel.com menggunakan baju kaos abu-abu dengan celana pendek sebatas dengkul itu berharap.

Pihak kepolisian segera menemukan dan menangkap para pelaku yang telah tega berbuat keji terhadap istrinya.

"Maunya saya pelaku cepat ditangkap dan dihukum,"ujarnya yang langsung berjalan masuk ruang melati, ruang rawat khusus kebidanan RS Bhayangkara.

Sementara itu, anak bidan YL juga terus saja menangis.

Terlihat pula pihak keluarga berusaha menenangkannya dengan cara digendong sembari diajak berjalan-jalan di seputaran ruang tunggu RS Bhayangkara.

Kasubbid Yanmeddokpol, RS Bhayangkara Dr Yunita L. Mars mengatakan, tak hanya bidan YL yang mendapatkan perawatan.

Namun anak semata wayangnya yang saat kejadian berada disekitar bidan YL juga turut menjadi perhatian pihak RS Bhayangkara.

"Berdasarkan keterangan korban, anaknya suka nangis kalau bergerak. Mungkin karena efek kejadian itu atau bukan, kita belum tahu."

"Karena saat kejadian korban tidak sadarkan diri. Dan setelah bangun posisi anaknya sudah berubah dari tempat sebelumnya."

"Tapi apa yang dilakukan pelaku pada anaknya korban tidak tahu. Itu juga jadi perhatian kita,"ujarnya.

Belakangan ini marak terjadi kasus yang terbilang cukup sadis seperti pemerkosaan, suami bunuh istri bunuh diri, bahkan pembacokan.

Menanggapi hal ini, Psikolog Enny Nuraini,MSi MPsi, turut memberikan tanggapannya.

Menurutnya banyak faktor yang melatarbelakngi hal tersebut.

"Diantaranya, tekanan sosial berupa stres tentang permasalahan hidup atau bisa jadi faktor tuntutan ekonomi," ujarnya Jumat (22/2).

Dalam istilah psikologi terdapat ego strength yang artinya kekuatan ego.

"Ada istilahnya ego strength, bagaimana kemampuan seseorang dalam mengatasi masalah yang berbeda-berbeda," ujarnya.

Ada pula faktor lingkungan yang dapat menjadi faktor lain dimana kesempatan melakukannya mudah.

"Secara teori psikologi ada istilahnya superego, bagaimana individunya menerapkan norma dan moral dalam kehidupn bermasyrakat yang lemah," urainya. (cr8/ard/cr5)

Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved