Serikat Pekerja Pertamina Minta Jangan Kambinghitamkan Pertamina Terkait Mahalnya Tiket Pesawat

Banyak hal yang memicu kenaikan harga, diantaranya tingginya biaya operasional pesawat, biaya maintence serta biaya lainnya. Bukan hanya avtur

KONTAN
PERTAMINA AVTUR 

"Kalau di Singapura 2,02 USD, di Indonesia sekitar 2,3 USD. Jauh lebih tinggi dibandingkan Brunai atau Laos sekitar 2,52 USD," katanya.

Mereka juga membantah pernyataan Jokowi yang menyebut Pertamina melakukan monopoli bisnis Avtur di Indonesia, karena tahun 2007, lalu perusahaan Shell sudah masuk memasok Avtur untuk konsumsi pesawat komersil di Indonesia.

Namun tahun 2009, Shell hengkang lantaran merugi.

"Jadi kita sama sekali tidak melakukan monopoli," katanya.

Waspada, Prakiraan Cuaca Besok dan Lusa Sumsel Hujan Lebat Disertai Petir

Jakabaring Ditetapkan Pusat Sport Tourism Indonesia, Ini Manfaat Akan Diperoleh Palembang

Makanya dalam waktu dekat mereka akan melakukan pertemuan khusus dengan para Direksi agar mendorong pemerintah mencabut pernyataan tersebut.

Jika tidak, serikat Pekerja secara kompak siap melakukan aksi industriliasasi dalam waktu dekat.

Saat ini, kilang RU 3 masih memproduksi avtur dengan kapasitas 10 ribu kiloliter perbulan.

Untuk konsumsi capai 6000 sampai 10 ribu kiloliter perbulan, juga disumbang dari kilang balongan, Cilacap dan Dumai.

"Sejauh ini belum ada pengaruhnya terkait penurunan jumlah penumpang. Konsumsi masih normal," katanya. (SP/why)

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved