Tak Ada Satupun Anggota Dewan Hadir, Ketua PGRI Lubuklinggau Kecewa

Erwin mengaku sangat kecewa, karena tak satu pun anggota dewan Kota Lubuklinggau hadir. Padahal panitia pelaksana telah menyampaikan undangan.

Tak Ada Satupun Anggota Dewan Hadir, Ketua PGRI Lubuklinggau Kecewa
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM
Suasana Peringatan HGN ke 73 di aula Embun Semibar STKIP Kota Lubuklinggau. Kamis (29/11). 

Suasana Peringatan HGN ke 73 di aula Embun Semibar STKIP Kota Lubuklinggau. Kamis (29/11).

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Lubuklinggau, Erwin Susanto mengimbau kepada seluruh anggota PGRI untuk tidak memilih calon legislatif yang tidak pro terhadap perjuangan para guru.

Hal itu disampaikan Erwin saat perayaan Puncak Peringatan HGN ke 73 di Aula Embun Semibar di Sekolah Tinggi Keguruaan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Kota setempat.

"Secara umum guru tidak boleh berpolitik. Tapi guru berhak menyalurkan suaranya," kata Erwin dalam sambutan, Kamis (29/11).

Erwin mengaku sangat kecewa, karena tak satu pun anggota dewan Kota Lubuklinggau hadir. Padahal panitia pelaksana telah menyampaikan undangan.

"Para anggota dewan yang sedang terpilih saat ini artinya tidak perduli terhadap perjuangan para guru," terangnya.

Ia pun mengimbau, bila ada kader PGRI yang maju ditingkat kota, provinsi bahkan nasional, maka yang harus dipilih adalah kader PGRI.

"Saya mengajak seluruh kader PGRI mendukung kader PGRI yang menjadi calon legislatif (Caleg). Ajakan ini saya sampaikan bukan atas nama organisasi melainkan atas nama pribadi," ungkap Erwin.

Selain itu, Ia mengucapkan selamat kepada rekan-rekan honorer K2 yang sudah mengikuti test Calon Pegawai Negri Sipil (CPNS) khususnya K2 yang umurnya 35 kebawah.

Sementara bagi umur yang 35 ke atas pihaknya mendapat kabar selesai pelaksanaan seleksi CPNS ada Perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) atau P3K.

"Kami organisasi PGRI ikut menyuarakan mulai dari tingkat kota ke tingkat provinsi. Mudah-mudahan janji-jaji untuk K2 dapat direalisasikan pemerintah," terangnya.

Sedangkan dalam peringatan HGN kemarin Menteri Pendidikan Nasional berjanji jika rekan-rekan honor bukan K2 telah disiapkan insentif berstandar Upah Minimum Rata-rata (UMR)

"Kalau tidak salah besarannya Rp 1 jutaan insyalllah," paparnya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved