Berita Gubernur Sumsel

BREAKING NEWS : Herman Deru Tak Akan Ubah Keputusan, Truk Batubara Dilarang Lewat Jalan Umum

Gubernur Sumsel H Herman Deru menegaskan tidak akan mencabut keputusannya untuk melarang tegas angkutan batubara melintas di jalan umum.

BREAKING NEWS : Herman Deru Tak Akan Ubah Keputusan, Truk Batubara Dilarang Lewat Jalan Umum
TRIBUNSUMSEL.COM/AGUNG DWIPAYANA
Ratusan sopir angkutan batubara menggelar demonstrasi di kantor Pemprov Sumsel, Rabu (21/11). 

Herman Deru juga mengatakan bahwa keputusan yang ia ambil tersebut adalah keinginan yang diinginkan masyarakat sejak lama.

Baca: Gubernur Herman Deru dan Walikota Palembang Harnojoyo Imbau PNS Naik LRT, Ini Fasilitas Penunjangnya

" Sudah 8 tahun lebih masyarakat menginginkan agar terbebas dari dampak angkutan batubara, dan saya rasa dispensasi yang telah diberikan selama ini sudah cukup,"

"Saya hanya memenuhi janji saya dan itu adalah keingin rakyat kepada saya, saya menghentikan angkutan batubara ini bukan bearti saya mematikan mata pencarian mereka"

"Tapi saya hanya mengalihkan jalan yang seharusnya mereka lalui,karena itu jelas dalam aturannya truk batubara harus melintas dijalan khusus," ucapnya

Baca: Apa Itu Permen Soloco ? Ini Fakta-fakta Permen Soloco Hingga Penemuan Mayat di Hotel Aston Palembang

Sebelumnya, ratusan sopir truk angkutan batubara dari beberapa kabupaten di Sumatera Selatan (Sumsel) mendatangi halaman kantor Pemprov Sumsel pada Rabu (21/11/2018).

Para sopir truk yang berasal dari Kabupeten Ogan Ilir, Muaraenim, Lahat, Empatlawang dan sejumlah kabupaten di Sumsel, mereka meminta pemerintah agar merevisi peraturan mengenai larangan truk batubara melintas di jalan umum.

"Macet itu bukan karena angkutan batubara saja, tapi seluruh angkutan logistik juga bikin macet," kata koordinator aksi, Arismawan.

Ia melanjutkan, para sopir truk angkutan batubara di Sumsel ingin Pemprov Sumsel mengabulkan permintaan mereka.

"Kalau tuntutan kami tidak dikabulkan, maaf saja Pak, kami mau nginap di sini (halaman kantor Pemprov Sumsel)," tegasnya.

Sebelum menyampaikan aspirasi lainnya, massa juga membaca surat Al-Fatihah dan surat Yasin.

Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel, Nasrun Umar yang menemui massa, tampak menunggu aksi massa tersebut.

Tak seperti demo beberapa tahun lalu, kali ini para awak angkutan tak membawa serta truk mereka. Pada tahun 2012 lalu saat demo serupa sopir membawa truk dan memarkirkannya di sekitar kantor Pemprov Sumsel hingga menyebabkan kemacetan parah di Kota Palembang.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved