Belajar dari Kisah TY, Pinjamkan Aplikasi Grab ke Orang Tak Dikenal, Ternyata Pelaku Perampokan
Keberadaan mobil Daihatsu Sigra warna hitam milik korban driver Grabcar korban perampokan, Sofyan, akhirnya ditemukan petugas
Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: M. Syah Beni
"Setelah memesan, TY ini tidak tahu lagi. Kami juga sudah mengkonfirmasi ke pihak kepolisian bila, TY sudah diperiksa untuk dimintai keterangannya,” katanya.
Ekseskusi
Terpisah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel Kombes Pol Yustan Alpiani mengatakan para tersangka nampak telah merencakan aksi pencurian disertai kekerasan yang dialami Sofyan.
Setelah dipesankan, salah satu pelaku pun memberikan nomor handphone pelaku.
Selanjutnya korban menepon pelaku untuk memastikan titik berjumpa para pelaku dengan korban.
“Setelah ditelepon, korban datang menjemput di kawasan KM 5 untuk diantarkan ke simpang KFC Bandara, empat pelaku langsung naik ke mobil korban,” kata Yustan.
Adapun posisi duduk para tersangka yakni Ridwan (45), Fran (16), Acundra (21) dan Akbar (DPO) telah diatur sedemikian rupa.
Akbar di sebelah korban, sementara tiga orang yang lain berada di bangku tengah.
Setibanya di tempat tujuan (Simpang KFC Bandara) empat pelaku langsung menganiaya korban hingga meninggal dunia.
Akbar dan Acundra memegang tangan korban sementara FR mencekik korban, sementara Ridwan di luar memantau situasi.
Usai dipastikan tewas, empat pelaku langsung menuju ke Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) yang merupakan tempat tinggal mereka sembari membawa mobil Daihatsu Sigra Plat BG 1275 UN milik korban.
Saat melintas di kawasan Betung Kabupaten Banyuasin, mobil Sofyan ternyata mendadak mati mesin karena kehabisan bahan bakar.
Fran pun terpaksa menjual handphone miliknya untuk membeli bensin dan melanjutkan perjalanan.
“Dari saksi itu yang menyebutkan jika melihat tersangka menjual handphone karena kehabisan bensin. Selanjutnya kami kejar,” jelas Dirkrimum Polda Sumsel.
Ditengah perjalanan, tepatnya di areal perkebunan kelapa sawit, Kecamatan Lakitan Kabupaten Musi Rawas, jenazah Sofyan pun dibuang para pelaku tersangka dipinggir jalan, hingga 15 hari kemudian ditemukan dalam kondisi kerangka.
Disinggung resapan darah di rahang dan retaknya kening Sofyan yang ditemukan tim identifikasi, polisi masih mendalaminya.
Kronologi tersebut masih dapat berubah karena masih adanya pelaku yang masih buron.
"Untuk keterangan pelaku masih kami dalami, nanti juga akan kita gelar rekonstruksi untuk mengetahui peran dan otak perencanaan pencurian dengan kekerasan ini," katanya. (jhn)