Berita Lubuklinggau
Daftar Kecamatan di Lubuklinggau Paling Banyak Pengguna Narkoba, Ini Faktor Penyebabnya
Berdasarkan rilis bagian rehabilitasi BNN Lubuklinggau, jumlah penyalahguna narkoba yang berhasil ditangani sepanjang tahun 2018 sebanyak 59 orang
Penulis: Eko Hepronis |
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Peredaran Narkoba di Kota Lubuklinggau dikategorikan cukup tinggi,
Berdasarkan rilis bagian rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Lubuklinggau, jumlah penyalahguna narkoba yang berhasil ditangani sepanjang tahun 2018 sebanyak 69 orang.
Dari 69 orang yang berhasil ditangani BNN, peringkat pertama ditempati Kecamatan Lubuklinggau Timur II dengan 17 orang penyalahguna narkoba.
Kedua ditempati Kecamatan Lubuklinggau Barat II dengan 14 orang penyalahguna narkoba.
Baca: Ayu Ting Ting Minta Raffi Ahmad Anggap Dirinya Nagita Slavina, Begini Reaksi Gigi
Baca: Hari Pahlawan 2018, Ini Kumpulan Pesan-pesan Perjuangan dan Kata Mutiara Pahlawan Nasional
Lalu peringkat ketiga ditempati Kecamatan Lubuklinggau Barat I dengan 9 orang penyalahguna narkoba.
Kemudian terendah ditempati Kecamatan Lubuklinggau Selatan II dengan 2 penyalahguna narkoba.
Kepala BNN Kota Lubuklinggau, AKBP Edy Nugroho didampingi Kasi Rehabilitasi, Heradiana SKM mengatakan tingginya angka peredaran narkoba di Kecamatan Lubuklinggau Timur II dan Kecamatan Lubuklinggau Barat I disebabkan banyak faktor.
"Terutama daerah itu memang masuk daerah rawan penyalahgunaan, kemudian dari sisi penyalahgunaan disana cukup banyak," ungkapnya pada Tribunsumsel.com, Selasa (7/11/2018).
Ia menyebutkan dari 69 orang yang ditangani tersebut 11 orang merupakan hasil penindakan dan pemberantasan.
Sedangkan 58 orang lainnya merupakan datang secara pribadi dan intervensi.
Baca: Klasemen Liga Champions Grup A-D : Hanya Barcelona yang Sudah Dipastikan Lolos ke Babak 16 Besar
Baca: Mengheningkan Cipta Serentak 60 Detik Hari Pahlawan 2018, Ini Jam dan Aktivitas Wajib Berhenti
Dari 69 orang itu 50 orang direhab di Klinik Pratama, 8 orang direhab Loka Kalianda Lampung, 5 orang di Balai Besar Lido Bogor
4 orang di rehab di Nafza Dwin Foundation dan 1 orang Mitra Mulya Palembang.
Diungkapkanya, penanganan rehab yang dilakukan tahun ini jauh melebihi target yang ditetapkan oleh BNN Lubuklinggau.
BNN hanya menargetkan 25 orang namun yang berhasil dilakukan rehab sebanyak 50 orang.
"Kendala kita saat ini kekurangan rumah rehab yang berstandar dalam artian program yang diberikan juga harus jelas, karena penangan pecandu ini beda dengan orang normal," tambahnya.