Berita Palembang
2 Minggu Ini Warga Sekip dan Sako Palembang Sulit Dapat Gas Elpiji 3Kg, Ira Terpaksa Beli Gas 12Kg
Dijelaskan Ira, di kawasan tempat tinggalnya dekat dengan agen, pangkalan dan beberapa pengecer. Namun saat didatangi semuanya sudah kosong
Penulis: Arief Basuki Rohekan |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sudah hampir dua minggu, sejumlah warga di Kelurahan 20 Ilir D II dan Sako mengeluh sulit mendapat gas elpiji 3 kg.
Biasanya mereka dengan mudah mendapat gas ini di warung pengecer meski harganya lebih mahal dibanding agen atau pangkalan.
"Dua minggu sudah nyari, katanya sudab habis di agen. Kalau dipangkalan atau pengecer apalagi, pasti dak dapat," kata Ira, Selasa (6/11/2018).
Dijelaskan Ira, di kawasan tempat tinggalnya dekat dengan agen, pangkalan dan beberapa pengecer. Namun saat didatangi semuanya sudah kosong.
"Sudah beberapa kali datangi warung (pengecer), tapi mereka juga belum dapat stok dari pangkalan," ujar nenek 6 cucu ini.
Baca: Pecahkan Rekor Girl Group,Twice YES or YES Raup 24 Juta Views dalam Waktu 10 Jam
Baca: Gempa Mamasa Sulbar, Jaringan Listrik dan Telekomuniasi Mati, Warga Pilih Mengungsi ke Lapangan Bola
Ditambahkan Ira, dirinya terpaksa membeli gas ukuran 12 kg agar bisa memasak di rumah.
Mengingat sudah beberapa hari tidak dapat gas ukuran 3 kg.
"Saya punya 2 tabung gas 3 kg, mengingat dirumah hanya saya dan suami, makanya sebelum habis stok kita sudah beli dulu."
"Tetapi karena tidak ada terpaksa beli 12 Kg, meski cukup mahal setabung Rp 140 ribu, namun dirinya tidak ada pilihan lain," jelasnya.
Hal senada diungkapkan Leni warga Sako Palembang, ditempatnya saat ini sulit mendapatkan gas 3 kg, karena beberapa pengecer sudah tidak dapat bagian lagi dari agen atau pangkalan.
Baca: Review Bohemian Rhapsody: Ini Tentang Rami Malek Memerankan Freddie di Film Biografi Queen
Baca: Poniman Tewas Tertusuk Senjata Sendiri saat Hendak Bacok Ibunya yang Tidak Mau Memberi Uang
"Kalau kita mau nunggu di agen, pasti lama. Mereka pasti ngutamakan pangkalan atau pengecer baru ke warga, dan waktu pengiriman tiba juga kita tidak tahu jamnya berapa," bebernya.
Dilanjutkan ibu rumah tangga ini, ia mendapatkan gas 3 kg, terpaksa membelinya dari sang kerabat (keluarga) dan itu jaraknya sekitar 10 km dari tempat tinggalnya.
"Kebetulan keluarga jualan gas 3 kg, dan saya menitip tabung kosong di warungnya dan baru dapat," ungkapnya.
Sementara salah satu pengecer gas fi kawasan Sekip, Tari mengaku sudah dua minggu dirinya tidak mendapatkan jatah gas dari pihak pangkalan di dekat tempatnya, karena pangkalan mengetumakan pengecer yang mau membeli lebih tinggi.
"Biasanya pangkalan itu (Bon) memprioritaskan pengecer baru, karena membeli lebih mahal dari kita Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu dan dijual ke warga bisa Rp 22 ribu."