Kontroversi Bupati Bireun Aceh, Keluarkan Larangan Wanita & Lelaki Non Muhrim Tak Boleh Satu Meja

Pemerintah Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, kembali mengeluarkan ketentuan kontroversial.

Kontroversi Bupati Bireun Aceh, Keluarkan Larangan Wanita & Lelaki Non Muhrim Tak Boleh Satu Meja
AFP/GETTY IMAGES
Seorang perempuan duduk bersama seorang pria di sebuah restoran di Banda Aceh, beberapa waktu lalu. Hal seperti ini dilarang di Kabupaten Bireuen, Aceh, kecuali jika mereka suami-istri atau keluarga. 

"Rapat di tempat terbuka seperti kafe atau warung kopi kan lebih santai. Terus kalau dilarang siapa yang akan membantu ekonomi keluarga kami? Apa pak bupati ?" kata Syarifah.

acehHak atas fotoHIDAYATULLAH
Image captionPemandangan Kota Bireuen, Aceh.
'Menjaga kehormatan perempuan'

Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Bireuen, Jufliwan, mengatakan ketentuan tersebut sebenarnya sudah ada sejak 2017, namun edarannya baru disebarkan pada akhir Agustus 2018 yang ditandatangani oleh Bupati Bireuen.

"Kita selalu melakukan imbauan dan memberikan sosialisasi untuk mencegah terjadinya perilaku mungkar di Bireuen," kata Jufliwan, Kepala Dinas Syariat Islam Kabupaten Bireuen.

Menurut Jufliwan, imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah semata-mata demi menjaga kehormatan perempuan.

"Kalau suami istri nggak masalah, ini hanya imbauan dan kami akan selalu mengimbau. Belum ada sanksi bila pemilik warung atau kafe tidak menaatinya. Namun apabila kedapatan dan ada bukti, baru diproses," jelas Jufliwan.

Secara terpisah, Bupati Kabupaten Bireuen, Saifannur, mengatakan imbauan yang baru dikeluarkan olehnya bertujuan menjaga kearifan lokal dalam menegakkan syariat Islam.

"Ini sebagai pembeda kita dengan wilayah lain, untuk kebaikan dan tidak ada niat merusak orang lain, agar syariat Islam berjalan dengan baik," kata Bupati Bireuen, Saifannur.

Selanjutnya, Saifannur mengatakan bahwa "pro-kontra di masyarakat merupakan hal biasa, imbauan yang saya keluarkan murni untuk kebaikan kita bersama di Kabupaten Bireuen".

acehHak atas fotoJONAS GRATZER/LIGHTROCKET VIA GETTY IMAGES
Image captionSeorang polisi syariat menegur seorang pemilik warung di Aceh yang tidak menutup warungnya selama salat Jumat.

Namun dalih itu juga mendapat berbagai penolakan. Misalnya dari para pedagang yang berada di sekitar wilayah Matang, Kabupaten Bireuen. Alasannya wilayah tersebut merupakan tempat transit bus, yang harus buka selama 24 jam.

"Kita juga ikut syariat Islam, tapi yang wajar-wajar sajalah. Saya punya 26 orang karyawan, 11 di antaranya perempuan," kata Safren Zein, seorang pemilik kafe di Bireuen.

Halaman
123
Tags
Aceh
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Sumber: BBC Indonesia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved