Pilpres 2019

Polling Pilpres di Twitter, $199 Untuk 10 Ribu Vote, Said Didu : Akhirya Dugaan Terbukti

Said juga meretweet akun netizen @mkhumaini, dimana pada postingan tersebut harga buzzer untuk meningkatkan polling terbilang fantastis

Net
ilustrasi polling 

TRIBUNSUMSEL.COM - Masalah polling di twitter tentang siapa yang didukung pada pertarung pemilihan presiden (pilpres) semakin panas.

Banyak pro dan kontra adanya polling tersebut, namun ada juga yang menggap itu hanya sebagai lucu-lucuan belaka.

Baca: Terungkap Begini Gaya Pacaran Cinta Laura Bareng Pacar Bulenya saat Nikmati Liburan di Italia

Baca: Tak Terekspose,Ternyata Seperti Ini Hubungan Keluarga Kecil Raffi dengan Ayah Nagita Slavina

Bahkan Profesor Said Didu pun menganggap, tim buzzer sudah dikerahkan untuk melakukan polling tersebut.

Betul juga, isu bhw mulai tadi pagi terjadi “serangan” buzzer ke semua polling Capres/cawapres lewat Medsos.

Hal itu dicuitkan Said Didu.

Tak lama kemudian, Said pun membongkar biaya buzzer twitter untuk menaikan rating polling.

Said juga meretweet akun netizen @mkhumaini, dimana pada postingan tersebut harga buzzer untuk meningkatkan polling terbilang fantastis.

Baca: Usianya Belum Genap 26 Tahun, 4 Selebriti Cantik Indonesia Mantap Daftarkan Diri Sebagai Caleg

Yaitu dengan $199 dikalikan kurs rupiah saat ini Rp 14.570 berarti 10 ribu vote harus dibayar Rp 2,8 juta.

Beragam komentar para pengguna twitter pun berdatangan.

‏@distibutorpulsa
Coba bikin lg tp pke google polling pak, apa msh bisa mereka otak atik

@r_rakutta
Mau nanya prof.. segitu mahal buat 1 polling kira2 itu pake duit siapa yak... Mklum aja soalnya sebagai orang awam saya takut, uang pajak motor saya jg kebawa ksna...

@datukpancilok
Cek statistik nya om. Jumlah interaksi dgn jumlah suara jauh beda

Said Didu pun akhirnya percaya, bahwa dugaanya terbukti usai melihat hasil polling yang dia buat.

Terbaru, Gubernur Jawa Barat terpilih, Ridwan Kamil juga ikut berkomentar melalui twitternya.

Pria yang dikenal sangat aktif di sosmed ini memberikan analisanya berdasarkan pengalamannya sendiri saat mengikuti Pilkada Jabar.

Saat itu dirinya juga kalah diberbagai polling twitter namun ternyata saat hari pencoblosan dirinya keluar sebagai pemenang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved