Pilpres 2019
Banyak Polling Sosmed Menangkan Prabowo, Sekjen PSI Ingatkan Hasil Polling Pilgub Jabar
Masalah polling di twitter tentang siapa yang didukung pada pertarung pemilihan presiden (pilpres) semakin panas.
Penulis: M. Syah Beni | Editor: M. Syah Beni
Betul juga, isu bhw mulai tadi pagi terjadi “serangan” buzzer ke semua polling Capres/cawapres lewat Medsos.
Cuitan Prof Said Didu pun ditanggapi oleh pengguna twitter.
@Port_Reform
Bukan isu tapi sdh menjadi fakta krn tim petahana punya team cyber yg canggih...
@faisal_haq75
Hehehe para buzzer sudah mulai bermain, poling d medsospun d serang
@kurniawan_ig
Iya kok heboh cebong3 bisa menang dismua polling. Ayo MCA mainkan!!!jangan kalah sama Cebong Busuk Bayaran (cbb)
@SantiTsuraya
Tandanya uang utk buzzer udah cair
Sekjen PSI Ungkap Hasil Polling Pilgub Jabar
Bertebarannya hasil poling di twitter yang memenangkan Prabowo-Sandiaga akhirnya membuat Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) berkomentar.
Melalui akun twitternya @antoniRaja ia membeberkan bukti bahwa hasil polling twitter bukan suatu indikator yang menentukan pemenang Pilpres.
Dirinya memposting beberapa capture hasil polling twitter saat Pilgub Jawa Barat.
Dia mengunggah beberapa hasil polling twitter yang memenangkan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu.
Bahkan dalam beberapa polling Sudrajat-Ahmad Syaikhu menang telak atas calon lain.
Seperti diketahui dalam hasil Pilkada Jabar, pasangan yang menang adalah Ridwan Kamil- UU Ruzhanul.
Karena itulah Raja Antoni beranggapan bahwa hasil polling bukan suatu gambaran realita.
"Pecayalah pada rekam sejarah dan metode ilmiah. Polling di-twitter tdk gambarkan realitas. Hanya tunjukan sebarapa banyak uang yg diinvestasikan bayar cyber troop. Kasus Jabar di bawah sebagai contoh saja. Gak percaya gak apa2 juga sih #PendidikanPolitik," tulisnya di twitter
