Breaking News:

Berita Palembang

Payo Naik LRT, Life Style Baru Wong Kito

Sosialisasi "Payo Naik LRT, Life Style Baru Wong Kito" digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (1/8/2018).

Editor: Muhamad Edward
IST
Eliza Alex Noerdin bersama seluruh ketua ketua dan anggota TP PKK Kabupaten Kota se Sumsel menumpang LRT dari stasiun Bandara Sultan Mahmud Badarudin II ke Stasiun OPI Mall Jakabaring hari ini Rabu (1/8/2018). 

Gubernur Sumsel Alex Noerdin menambahkan, LRT dibangun dengan alasan yang kuat karena sesuai survei Kota Palembang diprediksi akan macet total pada 2020.

Permasalahan ini solusinya antara lain MRT, Bus Trans, dan LRT.

"Ini alasan utama saat saya presentasi ke presiden dengan waktu 7 menit. Jangan sampai kita terlambat seperti Jakarta. Yang kedua, transportasi ini untuk atlet dan official saat Asian Games dari airport ke Jakabaring. Makanya saya pilih LRT," ujarnya.

LRT pertama di Indonesia sepanjang 22,3 km selesai dan beroperasi.

Tak hanya itu, sejak ditunjuk menjadi tuan rumah Asian Games penerbangan pun mengalami peningkatan menjadi 40 kali sehari ke berbagai kota besar di Indonesia.

Tamu-tamu baik dalam dan luar negeri serta anggota DPR dan DPD pun berdatangan ke Palembang.

"Tamu ini belanja songket dan pempek. Sehari bisa 7 ton pempek keluar Palembang. Jadi dampaknya memang luar biasa," jelasnya.

Sempat Terhenti

Hari pertama operasional Light Rail Transir (LRT/kereta ringan) dibuka untuk umum, suasana stasiun LRT ampera terlihat tak begitu ramai.

Terlihat beberapa warga antusias membeli tiket LRT dengan berbagai tujuan, Ada pula yang terlihat malu-malu karena baru pertama kali naik LRT.

Tribun mencoba naik LRT dengan tujuan stasiun Bumi Sriwijaya pada waktu 13.40, biaya tiket sebesar Rp 5 Ribu.

Setelah membeli tiket, Tribun langsung menuju lantai dua dengan eskalator dan sesampai di lantai dua harus menunggu kedatangan kereta.

Menunggu dari pukul 13.00 hingga pukul 13.35 akhirnya kereta datang.

Suasana di dalam kereta terlihat ramai dan sesak.

Banyak warga yang antusias dan penasaran, ada yang terlihat foto-foto, live Instagram dan lainnya.

Setelah menunggu akhirnya kereta jalan, hanya 5 menit menuju stasiun Cinde.

Penumpang tujuan Cinde keluar dan ada beberapa yang masuk ke kereta.

Sudah banyak warga yang masuk, kereta tak kunjung jalan.

Sekitar 30 menit menunggu kereta tak bergerak sedikit pun.

Ada yang mengeluh kenapa kereta lama berhenti dan ada pula yang sabar menunggu.

Karena lama tak jalan, beberapa petugas di stasiun memberi tahu kalau kereta mogok.

"Maaf bapak dan ibu, keretanya mogok, maaf ya," ujar salah satu petugas di stasiun LRT, Rabu (1/8).

Mendengar kereta atau LRT mogok, ada warga yang terlihat kesal dan tertawa.

"Ado-ado bae keretanyo pacak mogok," ujar salah satu warga.

Sementara itu PPK LRT, Suranto saat dikonfirmasi Tribun mengatakan dia tak mengetahui persis kenapa bisa mogok.

"Waduh saya lagi gak konsen ini, ini sudah jalan kok keretanya cuma sebentar mogoknya. Untuk detailnya coba ditanyakan di PT KAI dan INKA ya," ujarnya.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti mengatakam penyebab mogoknya LRT di stasiun Cinde masih diselidiki.

"Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Saat ini sedang diteliti untuk penyebabnya untuk evaluasi kedepannya oleh PT INKA," ujarnya.

Sementara itu dari 13 stasiun yang dibangun, baru tujuh stasiun yang dibuka. Di antaranya stasiun DJKA/OPI, Bandara, Ampera, Bumi Sriwijaya, Jakabaring, Polresta, dan Cinde. (elm)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved