Ledakan di Gereja Surabaya
Jago Merakit Bom,Dita Oepriarto Pernah Kuliah di Unair Segini IPKnya,Hingga Pernikahannya Ditentang!
Dita Supriyanto, pelaku teror bom di gereja Surabaya dinyatakan bukan alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabay
"Keluarga jarang berkomunikasi dengan Puji, dan dia juga jarang pulang," kata Sumarto.
Sumarto menjelaskan, meski jarang berkomunikasi, pihak keluarga tetap perhatian pada Puji.
Bahkan pihak keluarga pernah membelikan mobil hingga tapi dijual.
Baca: Ledakan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Surabaya, Ini Video Terbaru Rekam Para Polisi Terluka!
Baca: Pasca Penyerangan Bom di Mapolrestabes Surabaya, Polres Muaraenim Berlakukan Sistem One Gate
Baca: Mantan Teroris Beber Cara Licik Teroris Cuci Otak Pengantin dari Eksploitasi Wanita Hingga Bomber
"Pernah dibelikan mobil tapi dijual terus. Terakhir dibelikan mobil, agar tidak dijual BPKB-nya tidak diberikan ada di Banyuwangi," kata Sumarto.
Tidak hanya itu, rumah Puji di Surabaya juga merupakan pemberian dari orangtuanya.
Satu Keluarga Sempat Menangis Usai Sholat Subuh
Dita Oepriarto dan keluarga, pengebom tiga gereja di Surabaya, sempat salat Subuh berjemaah di masjid dekat rumahnya. Rumahnya tergolong besar di Wisma
Indah Blok K-22 Rungkut, Surabaya.
Dikutip dari berbagai situs online, Khorihan, Ketua RT tempat Dita dan keluarga tinggal, mengungkapkan momen tersebut.
"Mereka masih salat Subuh berjemaah sebelum hari pemboman.. Oh iya, Maghrib sebelumnya anak kedua habis salat sempat nangis-nangis terus dirangkul, dicium, di'puk-puk'," kata Khorihan saat ditemui kumparan di kediamannya, Senin (14/5),
Khorihan menjelaskan, Dita memang kerap salat berjemaah dengan anak lelakinya. Sementara istri dan dua anak perempuan Dita menunggu di rumah.
"Kebiasaan Dita sekeluarga datang salat setelah ikamah, setelah salat pulang. Kebiasaan selalu rangkul anak dan cium kening anak habis salat jemaah," ungkap dia.(*)