Al Quran Milik Mbah Marijan Saat Letusan Gunung Merapi Ditemukan, Kondisinya Sungguh Tak Terduga

Gunung Merapi kembali mengalami erupsi, Jumat (11/5/2018). Erupsi terjadi sekitar pukul 07.50 WIB.

Di sana terdapat joglo yang menjadi tetenger lokasi Mbah Maridjan meninggal dalam kondisi sujud.

Mbah Maridjan tak mau mengungsi dari Kinahrejo dikabarkan karena menunggu wangsit dari Eyang Petruk.

Sehari sebelumnya, justru banyak warga yang melihat penampakan awan berbentuk tokoh wayang tersebut.

Jasad Mbah Maridjan
Jasad Mbah Maridjan (ISTIMEWA)

Di area bekas rumah Mbah Maridjan terdapat barang-barang peninggalan yang tersapu oleh awan panas merapi.

Ada seperangkat gamelan milik Mbah Maridjan.

Gamelan Mbah Maridjan
Gamelan Mbah Maridjan (TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI)

Mebel dan perkakas juga dipajang menjadi salah satu daya tarik Lava Tour.

Ada sebuah botol minuman bersoda yang masih utuh.

Perkakas Mbah Maridjan
Perkakas Mbah Maridjan (TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI)

Selain itu, ada juga bangkai mobil evakuasi warga berupa Suzuki APV nopol AB 1053 DB.

Mobil itu satu-satunya mobil untuk evakuasi warga.

Dua relawan Tutur Priyanto dan Yuniawan gugur di dalam mobil saat awan panas menerjang Kinahrejo.

Bangkai Mobil Evakuasi di Rumah Mbah Maridjan
Bangkai Mobil Evakuasi di Rumah Mbah Maridjan (TRIBUN JATENG/GALIH PERMADI)

Di Joglo Petilasan Mbah Maridjan juga terdapat foto dan lukisan Mbah Maridjan.

Selain itu ada juga peninggalan barang pribadi Mbah Maridjan yang diletakkan di sudut joglo Petilasan.

Mbah Maridjan tak mau menggunakan istilah 'Merapi meletus' untuk gunung yang dijaganya itu. 

Ia lebih memilih menggunakan kalimat 'eyang membangun kraton'.

Bila 'eyang' sedang punya hajat, maka warga di sekitar Merapi diminta untuk sabar dan tawakal.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved