Berita Palembang
Jalan Palembang Merah Menyala, Macet Dimana-mana
Kemacetan parah terjadi di Kota Palembang, Senin (7/5) dari pagi hingga petang.
Kemacetan yang sama terasa di kawasan Bukit Palembang. Seperti di Jalan Srijaya Negara di Bukit Besar juga Jalan Demang Lebar Daun.
Macet di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara hingga ke Jembatan Musi II dan makin parah karena jembatan yang menjadi ruas jalan nasional ini sedang diperbaiki, ditutup tidak bisa dilintasi.
Pengendara yang biasanya satu jalur di masing-masing Jembatan Musi II dan duplikasinya, kini terpaksa melewati jalur berlawanan di duplikasi Jembatan Musi II.
Akibatnya terjadi tutup botol atau botlle neck yakni penyempitan jalur akibat arus kendaraan dari dua jalur.
Kemacetan ini juga diperparah perbaikan yang juga sedang berlangsung di sepanjang jalan-jalan yang ada di dalam Kota Palembang.
Jalan-jalan yang rusak akibat hujan dan juga dikeruk untuk perbaikan jalan.
Kemacetan di Palembang yang merupakan salah satu kota penyelenggara Asian Games 2018, telah diprediksi Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin.
Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan urgensi pembangunan kereta ringan Light Rail Transit (LRT) Sumsel.
"Tahun 2019 atau 2020, Palembang akan mengalami greatlock atau macet total. Begitu kendaraan keluar garasi, langsung macet di depan rumah," kata Alex di beberapa kesempatan.
"Untuk itu perlu kita intervensi dengan membangun LRT guna mengurangi kemacetan. Diharapkan masyarakat akan beralih ke moda transportasi massal," paparnya.
Kini, apa yang disampaikan orang nomor satu di Sumsel, perlahan mulai terbukti.
Dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, persoalan kemacetan diharapkan dapat dituntaskan karena Palembang akan menggelar pesta olahraga empat tahunan terbesar di Asia, Asian Games.
Sementara moda transportasi massal LRT Sumsel, "mesin pengurai kemacetan" hampir rampung dan terus dikebut pengerjaannya. (mg1/ale)