Berita Palembang

Jalan Palembang Merah Menyala, Macet Dimana-mana

Kemacetan parah terjadi di Kota Palembang, Senin (7/5) dari pagi hingga petang.

TRIBUNSUMSEL.COM/ABRIANSYAH LIBERTO
MACET - Suasana kemacetan di Kawasan Jembatan Ampera, Palembang, Senin (7/5/2018). Kemacetan ini diakibatkan perbaikan Ampera yang membuat penyempitan jalan di Jembatan Ampera.TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAHBLIBERTO 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kemacetan parah terjadi di Kota Palembang, Senin (7/5) dari pagi hingga petang.

Hal ini terlihat dari pemantauan traffic dari google maps ditandai dengan ruas jalan yang memerah menandai kemacetan, bahkan beberapa ruas jalan berwarna hitam menandakan ada stagnasi atau kendaraan tidak bergerak.

Rian, warga Plaju Palembang petang kemarin menuturkan dia bermaksud menuju kantornya di kawasan Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara.

Pergi dari rumah pukul 17.00 mengendarai motor mengarah ke arah Jembatan Ampera.

Namun, saat melintas di bawah flyover Simpang Jakabaring terjebak macet dan dia pun memutuskan untuk melalui Jembatan Musi II, Palembang.

"Lupa kalau Musi II ditutup. Tahu-tahunya macet juga," kata Rian yang tiba di kantornya sekira pukul 19.30.

Tidak hanya Rian, Anto, warga yang tinggal di kawasan Bukit Besar Palembang juga terjebak macet usai berkunjung ke rumah kerabatnya di kawasan Jalan Kapten A Rivai, Palembang.

Mengendarai mobil, keluarga ini terjebak macet di Simpang Jalan Padang Selasa. "Bukan lagi merayap, tidak jalan sama sekali," kata Anto.

Jarak dari rumah kerabat ke rumahnya yang tidak sampai 8 kilometer terpaksa ditempuh lebih 2,5 jam.

Pantauan Tribun, kemacetan di Kota Palembang ini terpusat di kawasan flyover Simpang Jakabaring, hingga ke sepanjang Jembatan Ampera. Kemacetan melebar ke sekitarnya mulai dari Kampus Bina Darma di Jalan Jenderal Ahmad Yani yang menuju ke arah simpang fly over Jakabaring.

Melebar juga di Jalan KH Rasyid Sidiq hingga kawasan Tugu KB. Untuk kawasan simpang fly over Jakabaring dan sekitarnya, ada berbagai hal yang membuat kemacetan ini semakin parah.

Selain pembangunan light rail transit (LRT) yang sedang dalam proses penyelesaian, kemacetan juga disebabkan oleh Jembatan Ampera juga sedang direnovasi.

Ada deretan seng yang dipagarkan di sepanjang trotoar di Jembatan Ampera.

Kemacetan juga terjadi di kawasan yang memang sudah langganan macet yaitu kawasan Jalan Jenderal Sudirman.

Kemacetan parah terutama dari arah Simpang Charitas hingga Bundaran Air Mancur (BAM) Masjid Agung.

Kemacetan yang sama terasa di kawasan Bukit Palembang. Seperti di Jalan Srijaya Negara di Bukit Besar juga Jalan Demang Lebar Daun.

Macet di Jalan Alamsyah Ratu Prawiranegara hingga ke Jembatan Musi II dan makin parah karena jembatan yang menjadi ruas jalan nasional ini sedang diperbaiki, ditutup tidak bisa dilintasi.

Pengendara yang biasanya satu jalur di masing-masing Jembatan Musi II dan duplikasinya, kini terpaksa melewati jalur berlawanan di duplikasi Jembatan Musi II.

Akibatnya terjadi tutup botol atau botlle neck yakni penyempitan jalur akibat arus kendaraan dari dua jalur.

Kemacetan ini juga diperparah perbaikan yang juga sedang berlangsung di sepanjang jalan-jalan yang ada di dalam Kota Palembang.

Jalan-jalan yang rusak akibat hujan dan juga dikeruk untuk perbaikan jalan.

Kemacetan di Palembang yang merupakan salah satu kota penyelenggara Asian Games 2018, telah diprediksi Gubernur Sumatera Selatan, H. Alex Noerdin.

Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan urgensi pembangunan kereta ringan Light Rail Transit (LRT) Sumsel.

"Tahun 2019 atau 2020, Palembang akan mengalami greatlock atau macet total. Begitu kendaraan keluar garasi, langsung macet di depan rumah," kata Alex di beberapa kesempatan.

"Untuk itu perlu kita intervensi dengan membangun LRT guna mengurangi kemacetan. Diharapkan masyarakat akan beralih ke moda transportasi massal," paparnya.

Kini, apa yang disampaikan orang nomor satu di Sumsel, perlahan mulai terbukti.

Dalam kurun waktu tiga bulan ke depan, persoalan kemacetan diharapkan dapat dituntaskan karena Palembang akan menggelar pesta olahraga empat tahunan terbesar di Asia, Asian Games.

Sementara moda transportasi massal LRT Sumsel, "mesin pengurai kemacetan" hampir rampung dan terus dikebut pengerjaannya. (mg1/ale)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved