Berita OKU

Alami Kecelakaan, Siswa SMP di OKU Ini Kerjakan Soal UNBK di Tempat Tidur

Sendi Tiara (15) seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 09 Desa Tanjung Kemala, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terpaksa harus

Alami Kecelakaan, Siswa SMP di OKU Ini Kerjakan Soal UNBK di Tempat Tidur
TRIBUNSUMSEL.COM/RETNO WIRAWIJAYA
Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, H Achmad Tarmizi, saat meninjau Sendi Tiara (15) seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 09 Desa Tanjung Kemala, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terpaksa harus mengerjakan UNBK dari tempat tidur di rumahnya. 

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA – Sendi Tiara (15) seorang siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 09 Desa Tanjung Kemala, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terpaksa harus mengerjakan UNBK dari tempat tidur di rumahnya.

Ia mengalami cedera pada kaki, akibat mengalami kecelakaan lalulintas beberapa waktu lalu.

Terlihat, meski dalam kondisi demikian ia tetap khusyuk mengerjakan soal-soal UNBK.

Mimik mukanya terlihat serius untuk menjawab soal ujian itu. Ia tidak banyak bicara.

 Dengan kondisinya ini pula, gadis elok berusia 15 tahun itu mendapat perhatian dari Sekretaris Daerah (Sekda) OKU, H Achmad Tarmizi.

Sekda mengunjungi dan melihat langsung kondisi sendi yang sedang mengerjakan soal ujian di rumahnya di Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur, Selasa (24/4).

Sekda menilai,semangat Sendi  untuk tetap mengikuti UNBK  harus dijadikan  motivasi bagi siswa lainya yang sedang berhadapan dengan soal UNBK.

 "Atas nama Bupati, Wakil Bupati dan jajaran pemerintah kabupaten OKU kami  ingin memberikan semangat pada Sendi supaya  tetap kuat menyelesaikan UNBK" jelas Tarmizi, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), Kab OKU ini.

 Di hadapan Tarmizi, Yusliana mengeluhkan kondisi Sendi yang dimungkinkan mengalami perawatan jangka panjang.

Dia akhwatir akan berdampak pada kelanjutan pendidikan Sendi yang bercita cita masuk SMAN 5 OKU.

“Cita -cita Sendi ini masuk ke SMA N 5,kalau sekolah di swasta kami akhwatir tidak punya biaya. Bapaknya hanya mengandalkan hidup sebagai buruh pasang tenda. Saya tidak bekerja."

"Rumah saja kami tinggal di kontrakan seadanya, sisi lain  saat  tiba tahun ajaran baru  kondisi Sendi masih belum pulih sepenuhnya,” katanya.

Menyimak keakhwatiran orang tua Sendi, H Tarmizi yang juga pernah menjadi guru dan dua kali Kepala Disdik OKU itu, langsung mengambil sikap bijak.

"Kalau ibu akhwatir begini saja, nanti biar kepala sekolahnya yang urus untuk masuk ke SMA N 5 OKU. Pemerintah  daerah siap membantu,” kata Tarmizi.

 Yusliana yang didampingi Kepala SMPN9 OKU, Dra hj Rusdiana bersama 2 guru pendamping langsung merespon apa yang di sampaikan sekda.(rws)

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved