Tak Disangka, Mantan Menteri BUMN ini Punya Kisah Hidup Memprihatinkan, tapi Bisa Sukses

Pria gemuk ini pernah menjadi pedagang asongan sebelum ia mampu meraih jabatan yang membanggakan sebagai menteri.

Tak Disangka, Mantan Menteri BUMN ini Punya Kisah Hidup Memprihatinkan, tapi Bisa Sukses
TRIBUNSUMSEL.COM
Mantan Menteri BUMN Sugiharto berbagi pengalaman di hadapan mahasiswa Universitas Tamansiswa Palembang. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- -- Perjalanan hidup seseorang memanglah berbeda-beda. Tak semua jalan hidup orang berjalan mulus.

Seperti jalan hidup mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto tahun 2004-2007 yang juga pernah menjadi Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina tahun 2010-2015 tak berjalan mulus.

Pria gemuk ini pernah menjadi pedagang asongan sebelum ia mampu meraih jabatan yang membanggakan dalam pemerintahan di Indonesia.

Sugiharto tak sungkan mengungkapkan pengalamannya itu kepada para mahasiswa Universitas Taman Siswa (UNITAS) Palembang, Sabtu (10/3) dalam seminar yang bertajuk Inspirasi Pedagang Asongan Menjadi Menteri.

Di hadapan puluhan mahasiswa, Sugiharto mengaku saat kecil ia harus kerja keras untuk bisa bertahan hidup. "Sejak kecil saya sudah harus bekerja keras menjadi pedagang asongan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ," ujar pria kelahiran Medan, 29 April 1955 ini.

Walaupun kerasnya hidup yang ia jalani namun ia tak putus asa dan patah semangat. Lelaki yang saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Jababeka Infrastruktur Industrial ini pun terus berusaha untuk keluar dari kehidupan yang serba kekurangan.

"Saya pernah menjadi pembantu rumah tangga, pedagang asongan jual rokok, tukang parkir sampai jadi kuli di Tanjung Priok. Namun berkat kerja keras saya bisa mengubah dari zero menjadi hero," tegasnya.

Lalu kok bisa jadi sukses seperti sekarang? "Kunci semuanya adalah tetap belajar dan terus membaca buku," ujarnya.

Baginya membaca adalah jendela dunia dan ilmu yang sangat berharga. Karena itulah ia pun mampu meraih cita-citanya hingga meraih jabatan sebagai Menteri BUMN.

Lanjutnya, tak hanya itu, selalu mendengarkan orang lain sebagai sumber ilmu, kemudian mengolah, kemudian menjadikan basis emosi manajemen kita. "Jadi , sukses saya itu bukan dibangun atas dasar kecerdasan intelektual dan kecerdasan teknikal, namun lebih kepada kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Jadi 80 persen dari sukses orang itu kecerdasan emosional, bukan kecerdasan intelektual," jelasnya.

Sebagai alumni SMP Taman Siswa di Jakarta ia pun terpanggil untuk memberikan inspirasi kepada para mahasiswa Universitas Taman Siswa Palembang ini.

"Jadi saya diminta untuk memberikan inspirasi kepada adik-adik mahasiswa. Dan juga karena kita sudah memasuki era industri for point o, tenaga pendidik juga harus perlu dicerahkan," jelas dia.

Dekan Fakultas Ekonomi UnIversitas Taman Siswa Palembang, Desfritrina,SE.MSi mengatakan kegiatan seminar ini sudah ketiga kalinya digelar fakultas ekonomi.

Tujuannya digelar seminar seperti ini yakni untuk memotivasi para mahasiswa agar dapat lebih semangat belajar dan meraih cita-citanya.

"Apalagi kisah pak Sugiharto ini sangat menginspirasi. Kita ingin mahasiswa ini dapat mencontoh semangat dari mantan Menteri BUMN terbaik yang dimilik Indonesia," jelas dia.(rie)

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Lisma
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved