Terlihat Harmonis, Terungkap, Jokowi Pernah Kecewa dengan Gibran Gara-gara Hal ini

Presiden Joko Widodo baru-baru ini menceritakan pernah dibuat kaget dengan pilihan anak

Editor: M. Syah Beni
HO/HO
Putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka (kanan) bersama istrinya Selvi Ananda (kiri) membelai buah hatinya yang baru saja dilahirkan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo, Jumat (11/3/2016). Cucu Presiden Jokowi yang diberi nama Jan Ethes Srinarendra tersebut lahir pada hari Kamis 10 Maret lalu. TRIBUNNEWS/HO 

TRIBUNSUMSEL.COM- Presiden Joko Widodo baru-baru ini menceritakan pernah dibuat kaget dengan pilihan anak pertamanya, Gibran Rakabuming Raka.

Bukan soal jodoh, melainkan soal pilihannya membuat usaha sendiri daripada melanjutkan usaha keluarga.

Jokowi bahkan mengaku sedih karena anak-anaknya tidak bersedia meneruskan usaha furnitur yang dirintisnya.

Misalnya Eropa, Amerika, bahkan kini juga diekspor ke Korea dan Jepang.

“Padahal pabrik gede ada, alat produksi ada, tinggal nerusin dan gedein enggak ada yang mau,” ucap Jokowi seperti dikutip dari laman Setkab.go.id.

Di acara Entrepreneurs Wanted! (EW!)Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Senin (18/12) pagi, Jokowi juga menceritakan betapa syoknya saat Gibran mengutarakan akan berbisnis martabak.

“Anak saya pertama datang ke saya, `Pak saya mau jualan martabak`. Ini (usaha) sudah gede tinggal diurusin, saya syok juga waduh jualan martabak,” kenang Jokowi.

Meskipun dulu sempat kecewa, namun kini Jokowi mengakui bahwa usaha rintisan anaknya jauh lebih pesat.

Martabak Gibran mengalahkan brand vanue pabrik furniturnya.

“Baru 5 tahun brand value pabrik kayu yang saya miliki kalah dengan martabak yang Gibran miliki, lebih besar Gibran 5 kali lipat,” ungkap Jokowi.

Kekuatan brand vanue inilah yang menjadi kekuatan usaha generasi muda saat ini.

Jokowi juga menceritakan jika keinginan untuk membuat usaha jejaknya diikuti putra sulungnya, Kaesang Pangarep.

Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep
Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep (TribunStyle/kolase)

Kaesang menyampaikan ingin berjualan pisang goreng.

Kisah dua anaknya yang gemar membuat usaha ini diharapkan juga bisa ditiru generasi muda lainnya.

Jokowi mendorong generasi muda agar tidak ragu memulai bisnis sekecil apa pun.

Lanjut Jokowi, tidak perlu perencanaan bertele-tele yang malah mengakibatkan usaha tersebut tidak berjalan.

Pesan Jokowi memulai usaha tidak harus menunggu waktu yang tepat, kapan saja bisa dimulai.

Menurutnya yang terpenting jangan gengsi dan segera mulai, karena jika tidak dimulai tidak akan pernah jadi usahanya. (*)

Gibran Kena Delay Pesawat 3 Jam Sampai Kehujanan

Dunia maya sedang dihebohkan dengan postingan yang diunggah akun bernama Henri Subaktio dalam media sosial Facebook.

Postingan yang diunggah pada Minggu (17/12/2017) tersebut, berisi tentang pengalamannya bertemu dengan Gibran Rakabuming, anak sulung Presiden Jokowi.

Henri yang berprofesi sebagai dosen di Universitas Airlangga itu menceritakan kronologi pertemuannya dengan Gibran.

Hari ini, Henri naik pesawat Wings dari Solo menuju Surabaya.

Pesawat itu harusnya terbang jam 10.30 WIB.

Namun, pesawat itu mengalami delay yang cukup lama, hampir 3 jam.

Sesampainya di Bandara Juanda, Surabaya pukul 14.30, hujan turun dengan cukup deras.

Saat turun dari pesawat, penumpang tidak disediakan payung hingga para penumpang harus berbasah-basahan saat berpindah dari pesawat menuju terminal.

Dari banyaknya penumpang yang ada di pesawat itu, tidak ada yang menyadari kehadiran anak dari orang nomor satu RI tersebut.

Henri menyebutkan bahwa Gibran pergi sendiri dari Solo ke Surabaya tanpa ada pengawalan serta tidak ada penjemputan yang istimewa.

Gibran yang kehujanan setelah turun dari pesawat
Gibran yang kehujanan setelah turun dari pesawat (Facebook)

Dia juga bahkan dibiarkan kehujanan dan bernasib sama dengan penumpang lain yang setengah basah.

Henri juga sempat ngobrol dengan Gibran dan mengambil foto bersama.

Gibran Rakabuming berfoto bersama dosen Unair
Gibran Rakabuming berfoto bersama dosen Unair (Facebook)

"Kenapa sendirian mas?" tanya Henri.

"Iya, saya biasa sendiri Pak," jawab Gibran.

Sikap Gibran yang low-profile ini membuat Henri salut.

Pasalnya, Gibran bisa saja meminta perlakuan istimewa seperti pengawalan dan penjemputan.

Tapi Gibran malah memilih untuk kehujanan, tidak dijemput, dan mengalami delay 3 jam seperti yang dialami orang lain.

Gibran Rakabuming
Gibran Rakabuming tanpa pengawalan dan penjemputan istimewa (Facebook)

Menurut keterangan Henri, Gibran datang ke Surabaya untuk mengurusi bisnis pribadinya, Martabak Markobar.

Untuk lebih lengkapnya dapat disimak dalam tulisan Henri sebagai berikut:

ANAK PRESIDEN JAMAN NOW

Hari Minggu ini pesawat Wings dari Solo ke Surabaya harusnya terbang jam 10.30, tapi delay hampir 3 jam. Baru nyampai Surabaya jam 14.30 saat Juanda turun hujan. Tentu saja delay dan tidak tersedianya payung dari pesawat ke bis membuat penumpang pun mrengut kehujanan.

Ternyata di tengah-tengah penumpang tadi itu ada orang istimewa, yaitu putra sulung Presiden RI, Mas Gibran. Anak pak Jokowi yang juga pergi dari Solo ke Surabaya, pergi sendiri, tdk ada pengawal, bahkan saat tiba di Juanda Surabaya tidak pula ada penjemputan istimewa layaknya anak orang no 1 di negeri ini. Malah dari pesawat ke bis yg menuju terminal dia dibiarkan kehujanan. Tak beda dg kami yg juga setengah basah.

Sepertinya tidak ada yg perhatian kalau ada anak presiden disitu. Beberapa penumpang yg ada di dekatnyapun tidak ada yg menggubris karena tidak pernah menyangka ada anak presiden di tengah mereka. Kebetulan saja mas Gibran berdiri di sebelah saya di dalam bis, shg saya yg mengenalinya bisa foto dia. Saya tanya "Kenapa Sendirian Mas", dia Jawab "iya biasa sendiri pak".

Salut saja saya dg anak presiden kita ini, sebenarnya dia bisa saja mendapat perlakuan istimewa. Pengamanan dan penjemputan, bukan malah dibiarkan kehujanan, tidak dijemput dan dibiarkan didelay sampai 3 jam. Tapi itulah keluarga Presiden Jaman now. Tidak mau menggunakan fasilitas dan tidak pula aji mumpung. Mungkin sore ini Mas Gibran datang ke Surabaya lagi ngurus bisnis pribadinya. Yaitu Bisnis Martabak "Markobar" yg ada di jalan Pucang Anom Timur, Surabaya. Inilah Anak Presiden yg jualan Martabak. Itulah Gibran Rangka Buming bin Joko Widodo. Teman-teman pernah coba beli martabaknya belum? Coba deh kalau belum lumayan kok.

(Henry Subiakto)

Hingga berita ini ditayangkan, postingan Henri ini telah dibagikan lebih dari 200 kali dan disukai lebih dari 800 orang.

Postingan tersebut juga dibanjiri kolom komentar dari para netizen.

Berikut komentarnya:

Guntur Adi Pranoto: Itulah prinsip Bpk Jokowi. tdk akan "mangku" putra putranya, demikian sebaliknya putra putrinya tidak juga mau "dipangku". karena filsafat orang jawa, yen "dipangku" mati.

Idwan PerSoen: Sudah seharusnya begitu suatu panutan dan contoh yang baik.

Septina Fransisca: Anak presiden sederhana bgt, di tempat lain anak walkot/bupati wae banyak yg tingkahnya ga karuan.

Malah ada netizen yang membandingkan Gibran dengan anak seorang pejabat.

Berikut komentarnya:

Rosady Saul Sinuraya: Sangat beda dengan anak anggota DPR FZ, baru menjabat anggota DPR FZ sdh minta anaknya dijemput dan difasilitasi negara. (TribunWow.com)

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved