Breaking News:

Eksklusif Tribun Sumsel

Kisah Peternak Berbagi Formalin dengan Pedagang Tahu, Penyesalannya Tidak Berujung

Penyesalan senantiasa dirasakan diakhir sebuah perbuatan atau tindakan yang telah dilakukan.

tribunsumsel.com
Ilustrasi formalin dari tribunsumsel.com 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Penyesalan senantiasa dirasakan diakhir sebuah perbuatan atau tindakan yang telah dilakukan.

Penyesalan muncul saat seseorang menyadari sebuah kesalahan apalagi perbuatan telah berakibat buruk bagi banyak orang.

Hal itu dirasakan seorang peternak ayam potong asal Kota Palembang, berinisial WA (60). Ia mengaku pernah berbagi formalin dengan pedagang tahu.

Formalin yang juga merupakan pengawet mayat pada usaha peternakan dipergunakan untuk membasmi bakteri pasca panen.

"Formalin itu disinfektan, kami (peternak) biasa gunakan untuk bersihkan bakteri di kandang pasca panen ayam," katanya kepada Tribunsumsel.com.

Ia melanjutkan formalin bagian dari paket obat obatan, pakan serta kebutuhan peternakan yang didapatkan dari dari perusahaan mitra.

Paket itu biasanya dikirimkan perusahaan menjelang masa pembesaran ayam dimulai, sehingga saat anak bibit ayam tiba, kandang ayam dalam kondisi siap.

"Jelang ayam masuk itulah banyak yang datang, rata rata pedagang tahu, mereka langsung sampaikan tujuan minta dibagi formalin," katanya

Ia mengaku berulangkali menolak kehendak sejumlah orang yang meminta formalin. Apalagi dirinya mengetahui penggunaan dari zat kimia itu.

Penolakan tegas disampaikan terutama orang orang tidak dikenalnya dengan alasan persediaan formalin sangatlah terbatas.

Halaman
12
Penulis: Yohanes Tri Nugroho
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved