Langganan Banjir! Ini yang Dibutuhkan Kota Palembang
Saat ini kota Palembang hanya memiliki 25 kolam retensi dari jumlah idealnya dibutuhkan 77 kolam retensi.
TRIBUNSUMSEL.COM - Musim hujan masih melanda kota Palembang bahkan diperkirakan Desember ini merupakan puncaknya. Sudah rahasia umum, jika dilanda hujan dengan intensitas yang cukup tinggi membuat sejumlah wilayah di kota Palembang mengalami kebanjiran.
Mengomentari langkah antisipasi banjir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kota Palembang, Saiful menuturkan cara efektif untuk mengatasi genangan air yang disebabkan hujan deras adalah penambahan kolam retensi.
Saat ini kota Palembang hanya memiliki 25 kolam retensi dari jumlah idealnya dibutuhkan 77 kolam retensi.
"Kolam retensi ini tersebar di kota Palembang. Memang dibutuhkan penambahan ya, namun saat ini Pemkot memang belum menganggarkan untuk pembangunan tempat serapan dan tampungan air itu," katanya.
Menurut Saiful, idealnya setiap tahun ada penambahan lima kolam retensi baru. Namun yang jadi masalah, tidak mudah melakukan pembebasan lahan yang akan dijadikan kolam retensi ini.
Selain pembebesan lahan?, penting juga dilakukan studi pra konstruksi untuk mengetahui cocok tidaknya kawasan tersebut dibangun kolam retensi sebelum dilakukannya detail enginering design (DED).
"Pembebasan lahannya memang agak sulit," katanya.
Saiful menerangkan, untuk tahun ini memang belum ada pembangunan kolam retensi baru. Namun, dibeberapa lokasi tengah dilakukan tahapan pembebasan lahan untuk pembangunan kolam retensi, diantaranya di kawasan Bandara, Soekarno Hatta, dan Plaju.
"Tidak mudah ya, sulit untuk membangun 52 kolam retensi ini," jelasnya.
Permasalahan pembangunan kolam retensi tak berhenti sampai di situ. Ketika Kantor Jasa Pelayanan Publik (KJPP) sudah melakukan pembebasan lahan, dan dilanjutkan dengan DED. Kendala lain yang muncul ialah tidak adanya akses untuk menuju ke kolam retensi yang akan dibangun tersebut.
"Di sana kita harus membuat akses jalan menuju kolam retensinya, ini juga membutuhkan biaya untuk pembebasan lahannya," katanya.
Saiful mengatakan, penambahan kolam retensi ini memang sangat perlu dilakukan, namun secara bertahap, agar target kebutuhan kolam retensi ini dapat direalisasikan.
Namun, tak hanya pembangunan kolam retensi yang digunakan untuk menanggulangi banjir ini. Normalisai kolam dan anak sungai juga perlu dilakukan secara rutin agar banjir tak melanda kota Palembang.
Normalisasi menjadi upaya untuk mengoptimalkan fungsi kolam sebagai sarana penampungan air sementara. Dengan berfungsinya kolam retensi secara optimal mampu mengurangi genangan air di sejumlah kawasan.
"Jadi kalau ini bisa berjalan optimal, diharapkan bisa mengurangi genangan air," ujarnya.