Satu Keluarga Tewas di Lubuklinggau
Candra Sekeluarga Dikenal Baik dan Taat Beribadah, Tetangga Tidak Menyangka Dia Meninggal
Bahkan ketika memasuki waktu salat dia selalu pergi ke masjid untuk salat berjamaah bersama warga lainnya.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Hartati
Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Meninggalnya pasangan suami istri pasangan Candra dan Elisa (38) serta dua anaknya Fahri Niza Rullah (10), dan Afif Wahyu Ramadan karena diduga keracunan asap genset di Jalan Mandala, RT 01, Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, Jumat (6/10/2017).
Membuat Yanto tetangga Candra yang tinggal di depan rumahnya merasa tidak percaya, jika tetangga yang baru ia kenal satu bulan terakhir akan meninggal dengan cara yang cukup tragis.
Pasalnya selama satu bulan mengenal Candra, Candra sangat baik dan ramah kepada para tetangga.
Bahkan tak jarang setiap bertemu tetangga Candra dan Istrinya tak segan-segan menegur lebih dahulu.
"Mereka baru satu bulan pindah ke Ulak Lebar ini. Dari mereka pindah mereka sangat baik kepada para tetangga, kadang sore ketemu kami sering ngobrol," kata Yanto.
Selain itu, Candra dikenal taat ibadah, salat lima waktunya selalu full.
Bahkan ketika memasuki waktu salat dia selalu pergi ke masjid untuk salat berjamaah bersama warga lainnya.
"Kami bertemu kemarin pak Candra akan pergi ke masjid," kata yanto.
Ketika ditanya kapan, Candra menghidupkan Genset, Yanto mengatakan tidak tahu persis kapan Candra menghidupkan Genset, namun Kamis malam PLN sempat melakukan dua kali pemadaman, pertama padam pukul 08.00 WIB dan kedua pukul 12.00 WIB.
"Mungkin saat mati lampu itu mereka sekeluarga menghidupkan genset. Tapi baru ketahuannya tadi pagi setelah adik iparnya Bambang datang mau bekerja seperti biasa melihat pintu masih terkunci," ucap Yanto.
Setelah itu karena tidak ada sautan dan di ketuk berulang-ulang, Bambang curiga dan mengintip ke dalam.
Tak berapa lama dia langsung memanggil warga termasuk Yanto untuk sama-sama mendobrak pintu rumah Candra.
"Ketika kaca depan dipecah, ternyata mereka berempat sudah meninggal semua, ditempat terpisah-pisah," ujar Yanto.