HUT ke 72 Indonesia Merdeka

Terenyuh, Siswa SD Ini Tetap Semangat Latihan Meski Tak Bisa Menggelar Upacara di Sekolahnya Sendiri

Namun, hal tersebut tak dirasakan oleh siswa-siswa yang bersekolah di SD Negeri 197 di kawasan Kertapati ini. Bahkan, tak hanya momen hari kemerdekaan

Terenyuh, Siswa SD Ini Tetap Semangat Latihan Meski Tak Bisa Menggelar Upacara di Sekolahnya Sendiri
Tribunsumsel.com/ Slamet Teguh Rahayu

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Saat ini usia Indonesia sudah 72 tahun.

Setiap tahunnya, dalam dunia pendidikan, momen hari kemerdekaan ini dimeriahkan dengan berbagai lomba serta puncaknya menggelar upacara bendera memperingti tanggal 17 Agustus dihalaman sekolah.

Namun, hal tersebut tak dirasakan oleh siswa-siswa yang bersekolah di SD Negeri 197 di kawasan Kertapati ini.

Bahkan, tak hanya momen hari kemerdekaan ini saja, para siswa tak menggelar upacara.

Sejak beridiri pada tahun 1980 lalu, para siswa tak penah menggelar upacara bendera.

SD ini memang berada di kawasan rawa-rawa.

Akses untuk masuk ke sekolah ini hanya berupa jalan setapak yang ditumbuhi rumput liar.‎

Sekolah inipun dikepung padi yang merupakan milik warga sekitar.

Tak ada tempat bermain yang luas bagi para siswa saat istirahat.

Sehari-harinya saat istirahat, para siswa hanya bermain dan bergelantungan dibawah pohon besar yang ada di depan ruangan guru.‎

"Ya beginilah keadaannya. Tidak ada halaman, ruangan belajar kita hanya enam. Tidak ada upacara, kalau anak-anak main ya di depan-depan ruangan atau dibawah pohon ini," ‎ujar Kepala SD Negeri 197, Ermanoni.‎

Meski tak menggelar upacara.

Beberapa siswa kelas V dan VI tampak tetap semangat berlatih baris berbaris di jalan sekolah yang apa adanya.

Meski tak pernah upacara, bendera merah putih tetap dikibarkan di sekolah ini, diatas tiang putih yang sedikit berkarat dimakan usia.‎

"Kalau 17 Agustus. Basanya kita ikut upacara di SD 198 dan SMPN 36 yang kebetulan tak jauh dari SD sini. Itu pun hanya guru-gurunya saja. Dan juga tahun-tahun sebelumnya siswa kelas 6. Namanya juga hanya ikut jadi peserta, anak-anak tak pernah mencicip jadi petugas upacara," ungkapnya.

Penulis: Slamet Teguh Rahayu
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved