Berawal Dari Dunia Maya Gadis Muda Jerman Ini Gabung dengan Isis, Kini Terancam Hukuman Mati

Linda kabur dari kediamannya di sebuah kota kecil di wilayah timur Jerman, Pulnitz, tahun lalu.

Editor: Hartati
(Telegraph)
Dalam salah satu foto yang diunggah ke media sosial ini terlihat remaja perempuan yang diduga kuat adalah Linda W (16) asal Jerman dikelilingi tentara Irak yang menemukannya di Kota Tua Mosul. 

Sultan mempersenjatai dirinya dengan golok dan bahan peledak.

Effendi memberikan tembakan secara tegas dan terukur.

Sejumlah timah panas bersarang tepat di kaki pelaku.

Namun Sultan masih punya kekuatan untuk melawan. Lelaki berusia 22 tahun ini mempunyai keahlian dalam bela diri dan terus menyerang polisi.

"Kapolsek hanya punya 5 peluru, itu pun habis tembak pelaku. Pelaku masih saja menyerang," ucapnya.

Alhasil Sultan secara membabi buta menikam Effendi dengan sebilah badik.

Badik tersebut menancap di bagian dada korban.

"Anggota lainnya membantu saat pelaku menyerang Kapolsek, dan pelaku bisa dilumpuhkan," kata Tito.

Kabur ke Ciamis
Dalam kesempatan itu Kapolri membeberkan keterkaitan Sultan Aziansyah dengan organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Menurut Tito, Sultan sering mengunjungi warnet sebelum melakukan aksinya.

Ia dicurigai chatting dengan anggota kelompok ISIS di Suriah melalui media sosial.

"Dia sering online dengan website-website yang dimiliki oleh ISIS, termasuk chatting dengan anggota ISIS di Suriah," katanya.

Tanda ISIS ditempelkan di pos Polisi yang menjadi lokasi penyerangan dengan senjata tajam terhadap anggota Kepolisian di Cikokol, Tangerang, Banten, Kamis (20/10/2016). Seorang pelaku teror melakukan penusukan terhadap Kapolsek Tangerang dan dua anggota satlantas Polres Tangerang yang sedang bertugas.
Tanda ISIS ditempelkan di pos Polisi yang menjadi lokasi penyerangan dengan senjata tajam terhadap anggota Kepolisian di Cikokol, Tangerang, Banten, Kamis (20/10/2016). Seorang pelaku teror melakukan penusukan terhadap Kapolsek Tangerang dan dua anggota satlantas Polres Tangerang yang sedang bertugas. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Ditambahkan, live chatting dilakukan Sultan untuk mengetahui cara atau doktrin untuk membunuh aparat kepolisian.

Sultan pun diduga telah dipengaruhi tiga teroris buronan polisi.

"Bahrun Naim, Bahrunsyah, dan Abu Jandah alias Ali Mubarok. Ketiga orang ini sangat berpengaruh dalam perekrutan," ucap Tito.

Halaman
1234
Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved