Berawal Dari Dunia Maya Gadis Muda Jerman Ini Gabung dengan Isis, Kini Terancam Hukuman Mati
Linda kabur dari kediamannya di sebuah kota kecil di wilayah timur Jerman, Pulnitz, tahun lalu.
Sultan mempersenjatai dirinya dengan golok dan bahan peledak.
Effendi memberikan tembakan secara tegas dan terukur.
Sejumlah timah panas bersarang tepat di kaki pelaku.
Namun Sultan masih punya kekuatan untuk melawan. Lelaki berusia 22 tahun ini mempunyai keahlian dalam bela diri dan terus menyerang polisi.
"Kapolsek hanya punya 5 peluru, itu pun habis tembak pelaku. Pelaku masih saja menyerang," ucapnya.
Alhasil Sultan secara membabi buta menikam Effendi dengan sebilah badik.
Badik tersebut menancap di bagian dada korban.
"Anggota lainnya membantu saat pelaku menyerang Kapolsek, dan pelaku bisa dilumpuhkan," kata Tito.
Kabur ke Ciamis
Dalam kesempatan itu Kapolri membeberkan keterkaitan Sultan Aziansyah dengan organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).
Menurut Tito, Sultan sering mengunjungi warnet sebelum melakukan aksinya.
Ia dicurigai chatting dengan anggota kelompok ISIS di Suriah melalui media sosial.
"Dia sering online dengan website-website yang dimiliki oleh ISIS, termasuk chatting dengan anggota ISIS di Suriah," katanya.

Ditambahkan, live chatting dilakukan Sultan untuk mengetahui cara atau doktrin untuk membunuh aparat kepolisian.
Sultan pun diduga telah dipengaruhi tiga teroris buronan polisi.
"Bahrun Naim, Bahrunsyah, dan Abu Jandah alias Ali Mubarok. Ketiga orang ini sangat berpengaruh dalam perekrutan," ucap Tito.